Ini 2 Komoditas yang Disebut BPS Picu Inflasi Bulan April 1,47%

BPS Jateng merilis angka infasli pada April 2022. Inflasi Jateng mencapai 1,07%, sementara inflasi di Soloraya sebesar 1,47%. Ada dua komoditas yang paling mempengaruhi angka inflasi itu.

 Ilustrasi inflasi (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi inflasi (freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan minyak goreng sepanjang April 2022 memicu angka inflasi di Jawa Tengah yang mencapai 1,07%. Sementara inflasi di Soloraya sebesar 1,47%.

Sementara indeks harga konsumen (IHK) di Soloraya mencapai 110,70 atau lebih tinggi dari IHK Jawa Tengah yang hanya 109,74. Angka inflasi di kabupaten/kota di Soloraya mengacu pada inflasi Solo 1,47%. Psalnya BPS kabupaten/kota tidak menghitung inflasi.

PromosiDrone Makin Dibutuhkan, Riset dan Inovasi Dalam Negeri Masih Lemah

Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah pada Senin (9/5/2022) lalu secara virtual. Kepala BPS Jateng, Adhi Wiriana, dalam rilisnya di Youtube resmi BPS Jateng yang diakses Solopos.com, Rabu (11/5/2022), menjelaskan dari enam kota yang dipantau BPS Jateng, yakni Cilacap, Purwokerto, Kudus, Solo, Semarang, dan Tegal menunjukkan angka inflasi 0,86% sampai 1,68%.

“Penyebab utama inflasi tersebut adalah kenaikan harga BBM, minyak goreng, daging ayam ras, mobil, dan telur ayam ras. Penahan utama inflasi itu berupa penurunan harga pada komoditas cabai merah, cabai rawit, beras, bawang merah, dan tarif kendaraan roda empat online,” katanya.

Baca Juga: BPS: Konsumsi dan Belanja Kebutuhan Sehari-Hari Masyarakat Naik

Inflasi merupakan kecenderungan naiknya harga barang dan jasa yang berlangsung terus-menerus. Jika inflasi meningkat maka menunjukkan harga barang dan jasa di dalam negeri naik yang diukur dengan IHK, yakni indeks untuk menghitung rata-rata perubahan harga suatu kelompok barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dalam kurun waktu tertentu.

“Minyak goreng penyumbang inflasi terbesar setelah bensin yang mencapai 0,3%. Minyak goreng menyumbang inflasi 0,23%. Daging ayam ras menyumbang 0,11%. Naiknya harga mobil turut berkontribusi terhadap inflasi 0,034% dan telur ayam ras menyumbang 0,029%. Harga mobil naik itu dipengaruhi oleh naiknya harga BBM dan naiknya PPN. Sementara harga telur naik karena pengaruh Lebaran dan Ramadan,” katanya.

Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen, Dwiyanto, mengungkapkan selama Ramadan hingga Lebaran Pemkab Sragen memantau perkembangan harga pada 20 komponen pokok masyarakat.

Baca Juga: Inflasi April 2022 Diprediksi Lebih dari 3 Persen, Ini Penyebabnya

Komponen poko itu yakni beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, susu, kedelai, tepung, cabai, bawang merah, bawang putih, ikan asin, ikan segar, kacang, ketela pohon, jagung, bawang bombay, tempe, dan gabah.

“Bappeda Litbang menyimpulkan terjadi pergerakan kenaikan harga di beberapa komoditas pokok di Sragen sejak Awal Ramadan yang jatuh pada 1 April 2022 sampai dengan Hari Raya Idulfitri. Kenaikan harga hingga Lebaran terjadi pada komoditas daging sapi yang mencapai 34,5%; daging ayam ras 18,1%; telur ayam ras 3,2%; cabai 39,5%; bawang merah 12%; dan ikan segar 8,6%,” ujarnya.

Dwiyanto menerangkan penurunan harga pasca-Lebaran terjadi pada komoditas daging sapi menjadi 21,4%, daging ayam ras 10,5%, dan cabai 36,7%. Setelah Lebaran ini, jelas dia, justru ada komoditas lainnya yang harganya naik, yakni susu 6%; bawang merah 20%; dan ikan segar 11,2%.

Baca Juga: Inflasi Tahunan Diprediksi 3,82 Persen, Begini Analisisnya

“Untuk kebutuhan pokok lainnya tidak mengalami kenaikan. Minyak goreng yang sebelumnya sempat langka barng dan diprediksi mengalami kenaikan harga justru stoknya cukup dan harganya stabil. Harga minyak goreng kemasan premium senilai Rp24.000/liter dan minyak goreng curah Rp14.500/liter,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.