Ini 12 Band Lokal yang Akan Tampil saat Konser Hari Jadi di Sragen

Sebanyak 12 band lokal akan tampil pada konser Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen.

 Para musisi Sragen beraudiensi dengan perwakilan Panitia Hari Jadi-276 Sragen dan Dispora Sragen di Lubby Cafe Sragen, Rabu (27/4/2022) malam. (Istimewa/Tatag Light)

SOLOPOS.COM - Para musisi Sragen beraudiensi dengan perwakilan Panitia Hari Jadi-276 Sragen dan Dispora Sragen di Lubby Cafe Sragen, Rabu (27/4/2022) malam. (Istimewa/Tatag Light)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 12 band lokal akan tampil pada konser Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen.

Salah satu musisi senior Sragen, Tatag Light, menyampaikan sebanyak 12 band tersebut akan tampil sebagai band pembuka. Artinya belasan band lokal itu akan tampil sebelum guest star atau bintang tamu muncul di panggung HUT Sragen.

PromosiAksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Tatag menyampaikan 12 band lokal Sragen tersebut terpilih bukan karena eksistensi di dunia entertainment. “Ya karena mereka juga sudah memiliki karya-karya original. Nantinya akan ditampilkan di puncak HUT Sragen. Sebelum guest star tampil,” katanya kepada Solopos.com, Sabtu (30/4/2022).

Tatag membagikan 12 band lokal Sragen tersebut D’Kalya, Lights ON, Alindra Musik, Ostss, MTNF band, Hellokustik. Selain itu, Gerak Bertindak, Sun Farasta, Tree O Life, Melodi Sragen (pop punk), Samstars, dan Kaktuz.

Diberitakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengakomodasi band lokal tampil saat konser Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen.

Baca Juga : Akomodasi Band Lokal, Konser Hari Jadi Sragen akan Dimulai Sejak Siang

Kesepakatan ini dicapai setelah Panitia Hari Jadi Sragen bertemu dengan sejumlah perwakilan band lokal. Mereka bertemu dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen di Lubby Cafe Sragen, Rabu (27/4/2022) malam.

Dari pihak Panitia Hari Jadi Sragen diwakili Ilham Kurniawan dan Kabid Destinasi Pariwisata Disparpora Sragen, Y. Wahyu Aji Widodo. Sementara itu perwakilan band lokal ada Arif Kethip, Dodi, Tatag Light, Arie, Benk, Gilang, Anton, dan Milana.

Ilham menerangkan dalam audiensi itu personel band lokal meminta difasilitasi bisa tampil dalam konser musik pada Mei 2022 mendatang. Ilham menyampaikan ada 12 band lokal yang bakal tampil sebelum Kangen Band.

“Akhirnya, disepakati waktu acaranya akan dimulai siang hari supaya bisa mengakomodasi para band lokal dari semua genre musik,” ujar Ilham, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga : Ini Alasan Pemkab Sragen Pilih Kangen Band Untuk Konser Hari Jadi

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).