Ingin Tuntaskan Masalah Kartu Tani, BRI Sragen Terjunkan Tim Sembilan
Puluhan PPL, pengelola KPL, distributor, produsen Pupuk Indonesia, dan pegawai BRI menghadiri FGD tentang kartu tani di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (10/11/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sragen menerjunkan Tim Sembilan untuk menyelesaikan persoalan kartu tani yang tak kunjung selesai sejak di-launching pada 2016 lalu. Dari 108.159 keping kartu tani, baru 93% yang terdistribusi, sehingga masih 12.500 kartu yang belum terdistribusikan ke petani.

BRI menggandeng Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk menyelesaikan peramasalahan petani dan distribusi kartu tani. BRI juga mengajak semua para petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) mau berkomunikasi, memiliki keingintahuan, dan mau menggunakan kartu tani dengan baik.

Penjelasan itu disampaikan Asisten Bisnis Mikro BRI Cabang Sragen Parji Raharjo saat ditemui wartawan seusai focus group discussion (FGD) tentang kartu tani di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (10/11/2020). Parji menjelaskan Tim Sembilan yang dimaksud bertugas menyelesaikan seluruh permasalahan berkaitan dengan kartu tani.

Setiap satu tim membawahi wilayah kerja tiga hingga lima unit . Dia menjelaskan mereka yang bertugas konsolidasi kartu tani, pemeliharaan mesin electronic data capture (EDC), dan operasionalisasi kartu tani.

Pemkab Klaten Beri Bantuan Rp1,8 Juta buat Difabel & Rp600.000 buat Manula

"Data kartu tani itu terus bergerak. Dari total kartu tani yang tercetak sebanyak 108.159 keping tetapi masih 12.500 keping yang belum terdistribusikan. Masih banyaknya kartu tani yang belum terdistribusi itu bukan kesalahan BRI tetapi mungkin karena nomor induk kependudukan (NIK) yang berbeda, salah memasukan data, dan seterusnya. Petani yang menerima pun saat awal-awal dulu merasa belum butuh," ujar Parji.

Wajib

Asisten Bisnis Mikro BRI Sragen itu menjelaskan kondisi sekarang berbeda karena sudah ada kepastian penggunaan kartu tani secara wajib bagi petani dalam penebusan pupuk berubsidi mulai 1 Januari 2021. Parji mengatakan dengan kepastian itu petani butuh dan mencari kartu tani ke BRI.

Parji mengatakan BRI melayani dengan memberi kemudahan khusus kartu tani agar sebelum 2021 seluruh kartu tani bisa terdistribusi semua.

"Kami menargetkan 12.500 keping kartu tani yang belum terdistribusikan itu bisa selesai pada November ini sepanjang petani mau menerima. Kami menggenadeng PPL serta semua pihak, seperti poktan untuk menyelesaikan masalah itu. BRI inginnya cepat selesai. Sistem, kartu, mesin EDC, dan infrastruktur difasilitasi BRI," ujarnya.

Pengungsian Merapi di Klaten Ini Masih Tunggu Bantuan Sekat Tempat Tidur

Parji membenarkan pengguna kartu tani baru 8% karena petani tak ingin capai-capai menggunakan kartu tani kalau penbusan manual masih dibolehkan. Dia menilai  petani belum familir dengan model transaksi non-tunai itu.

Penerjunan sembilan tim oleh BRI itu untuk menjawab keinginan sejumlah kios pupuk lengkap (KPL) dan distributor pupuk yang menginginkan ada pegawai BRI khusus mengurusi kartu tani.

Keinginan Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno yang meminta ada satu pegawai BRI yang membawahi dua kecamatan sehingga butuh 10 orang pun tak disanggupi BRI karena penempatan sembilan tim itu sudah cukup.

Distributor Murni Sri Jaya Ngrampal, Sragen, Sunardi, meminta BRI untuk memberikan petugas BRI yang bisa dihubungi untuk mengurusi masalah kartu tani dan jangan diganti-ganti.

"Masalah kartu tani ini mutlak di BRI, seperti kartu hilang, rusak, tak punya kartu. Seperti masalah Jenar yang tidak ada sinyal itu bagaimana itu juga diselesaikan BRI," ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom