Ingin Sertifikat Halal Secara Gratis? Ikuti Program Sehati Kemenag Solo

Para pelaku UMKM di Kota Solo diharapkan bisa mengakses program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk bisa mendapatkan sertifikat halal.

 Ilustrasi logo halal. (Pictagram)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi logo halal. (Pictagram)

Solopos.com, SOLO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo terus menyosialisasikan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag. Para pelaku UMKM di Kota Solo diharapkan bisa mengakses program tersebut untuk bisa mendapatkan sertifikat halal.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Gara Zawa) yang juga satgas halal Kemenag Solo, Encep Muhammad Ilham, mengatakan sosialisasi dilakukan untuk mengenalkan program tersebut kepada masyarakat. Dia mengatakan saat ini belum banyak pelaku usaha yang mengakses program tersebut.

Baca Juga: Terima Sertifikat Halal, Produk UMKM di Madiun Siap Banjiri Swalayan

Secara pasti dia belum dapat menyampaikan jumlah pelaku usaha di Solo yang mengakses namun diperkirakan baru puluhan. “Kendalanya memang belum familiar. Sebab ini produk baru di 2021. Nanti di 2022 akan lebih disosialisasikan lagi. Sebab target kemarin hanya 3.200 [pengakses]. Di Jawa Tengah dan sudah mencapai yang diinginkan pusat. Tahun berikutnya nanti 6.000-an, dan terus meningkat,” kata dia, Senin (6/12/2021).

Menurut Encep, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data pelaku usaha dari Dinas Perdagangan. “Setelah didata, kami akan menyosialisasikan ke beberapa pelaku kuliner itu yang sudah ber NIB [nomor izin berusaha], agar mereka bisa mengurus sertifikasi produk halal itu,” lanjut dia.

Caranya, pelaku usaha mengumpulkan data yang dibutuhkan. Selanjutnya data itu akan dimasukkan aplikasi Sehati. “Nanti dari Kementerian Agama, satgas halalnya akan mendampingi bagaimana cara memasukkan data-data tersebut. Kemudian sari BPJPH akan memproses. Setelah diproses dan lolos akan keluar sertifikat halal,” kata dia.

Baca Juga: Papmiso Indonesia Bantu Pedagang Bakso Wonogiri Dapatkan Sertifikat Halal

Menurutnya keberadaan NIB menjadi hal yang wajib. Sebab agar data pelaku usaha bisa dimasukkan sistem, harus memiliki NIB. Pihaknya akan mendorong semua UMKM di Solo untuk memiliki sertifikat halal.

Melalui sertifikat tersebut, nantinya akan lebih meyakinkan konsumen atau para pendatang untuk menikmati jajanan atau kuliner di Solo. Dengan begitu juga akan meningkatkan pemasaran produk karena telah dipercaya masyarakat atau konsumen.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jejak Dakwah Sunan Kalijaga di Asale Sumur Songo Cepogo Boyolali

Dari jalan, plang nama Situs Sumur Songo terlihat cukup jelas namun warnanya sudah mulai memudar.

Ahli Strategi, Putut Gunawan Pernah Pimpin Pemenangan Jokowi-Rudy

Putut Gunawan punya sederet prestasi mentereng, salah satunya pernah memimpin tim pemenangan pasangan Jokowi-Rudy sebagai cawali-cawawali Solo dalam Pilkada 2010.

Nelayan Tepian Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sewakan Perahu untuk Wisata

Nelayan di tepian Waduk Gajah Mungkur, tepatnya dekat Pasar Sapi Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menyediakan daya tarik wisata baru, yakni perahu wisata.

Obituari Putut Gunawan: Salah Satu Penggagas Musrenbang

Politkus senior PDIP Solo, Putut Gunawan, menjadi salah satu penggagas lahirnya musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang kini diadopsi di semua daerah.

Anak Bawah Umur di Tanon Sragen Diduga Diperkosa Hingga Hamil

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan penyandang disabilitas mental hingga korban hamil terjadi di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dinas Pertanian Klaten Gagas Pengadaan Drone Penyemprot Hama

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten memiliki rencana untuk membeli drone pertanian meski belum jelas kapan.

9 Kasus Omicron Terdeteksi di Jateng, di Solo Ada?

Sembilan kasus Covid-19 varian Covid-19 di Jawa Tengah salah satunya ada di Sukoharjo. Sementara di Kota Solo belum ditemukan.

Putut Gunawan Sumber Ilmu hingga Katalog Hidup Kuliner Soloraya

Sejumlah kolega di DPRD Sragen menyebut Putut Gunawan adalah sosok yang berpengalaman dan katalog kuliner. Politikus PDIP dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo itu meninggal Sabtu (22/1/2022).

Belum Sebulan, Warga Laweyan Solo Dua Kali Terendam Banjir

Belum genap sebulan, warga Kelurahan Pajang, Laweyan, Kota Solo, dua kali diterjang banjir luapan Kali Jenes. Banjir terbaru dinilai lebih parah kondisinya ketimbang sebelumnya.

DLH Sukoharjo Belum Punya Data Terbaru Soal Ruang Terbuka Hijau

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo mengaku hanya memiliki data soal luasan ruang terbuka hijau (RTH) hasil pendataan 2017.

Pariwisata Solo Butuh Atraksi dan Inovasi

Asita Jogja memberikan masukan perihal pariwisata Kota Solo yang masih membutuhkan atraksi dan inovasi agar wisatawan lebih lama berkunjung di Kota Solo.

Soal Komentar Paundrakarna, Lilik: Biar Saja, Enggak Perlu Ditanggapi

Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, K.R.M.T. Lilik Priarso Tirtodiningrat, mengaku tak memiliki wewenang untuk mengomentari pernyataan GPH Paundrakarna soal Suksesi Mangkunegaran.

Bus Sekolah Gratis Wonogiri Beroperasi Lagi Pekan Depan, Ini Rutenya

Layanan Bus Sekolah tersebut baru dioperasikan kembali karena Dishub Kabupaten Wonogiri perlu menyiapkan hal-hal administratif terlebih dahulu.

Karanganyar Bakal Punya Training Camp untuk Atlet Paralympic

Karanganyar dipilih menjadi lokasi pembangunan traning camp atlet Paralympic oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

BPBD Sukoharjo Waspadai Banjir Susulan, Siagakan 70 Personel

BPBD Sukoharjo mewaspadai banjir susulan menyusul masih tingginya potensi curah hujan. Mereka menyiagakan 70 personel yang ditempatkan di masing-masing pos.