Ingin Memulai Urban Farming, Perhatikan 4 Hal Ini

Mungkin kamu bisa memulai urban farming dengan menanam jenis sayur-sayuran. Misalnya terong dan cabai yang bijinya tinggal disebar.

 Ilustrasi memulai urban farming (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi memulai urban farming (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Urban farming atau pertanian dengan lahan sempit di perkotaan menjadi jawaban atas kebutuhan pangan di perkotaan meski lahannya sempit. Namun, yang kerap menjadi pertanyaan adalah bagaimana memulai urban farming.

Tren urban farming sejatinya sudah dimulai sejak Perang Dunia ke II di Amerika. Para masyarakat menyuburkan kultur urban farming dengan menciptakan lahan tumbuh di halaman belakang rumahnya yang disebut Victory Garden atau Kebun Kemenangan.

Hasil panen kebun kemenangan pada masa itu telah berhasil memasok 40% kebutuhan sayuran dan buah ke negara-negara kelaparan.

Game PS1 Crash Bandicoot Kini Tersedia di Android

Namun setelah perang dunia berakhir kebun-kebun tak terurus dan berhenti menyuplai kebutuhan pangan masyarakat.

Kini urban farming  kembali bersinar di berbagai negara. Mereka gencar membuat program urban farming untuk menyokong kebutuhan pangan lingkungan miskin di daerah sekitar.

Sedangkan di Indonesia, turunnya jumlah petani, urbanisasi, dan keterbatasan lahan menjadi masalah krusial yang telah lama dihadapi.

Sebenarnya urban farming bisa jadi salah satu solusi atas permasalahan tersebut, apabila diterapkan secara maksimal. Lantas bagaimana memulai urban farming.

Es Krim Toko Oen Semarang Janjikan Kesegaran Legendaris

Tak perlu jauh-jauh, lahan pekarang sempit di rumahmu dapat dimanfaatkan untuk memulainya. Ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memulai urban farming sebagaimana dikutip dari tanihub.com.

Siapkan lahan dan mulai membeli pupuk kandang

Kamu dapat memulai urban farming dengan modal yang sangat minim. Sebungkus pupuk kandang dengan harga sekitar Rp11.000-Rp15.000.

Mengumpulkan sampah rumah tangga

Sampah rumah tangga akan dibuat sebagai bokashi atau tanah subur. Bokashi dapat diolah dari sampah organik rumah tangga, seperti kulit telur, kopi, kulit pisang hingga dedaunan.

Kamu juga bisa membuat air subur dari air fermentasi kelapa.

Tentukan apa yang mau ditanam

Mungkin kamu bisa memulai urban farming dengan menanam jenis sayur-sayuran. Misalnya terong dan cabai yang perlu ditanam hanya dengan menaburkan bijinya di tanah subur.

Pilih medium tanam

Kamu bisa mencoba membuat kotak tanaman atau menanam vertikal pada batako yang ditumpuk ke atas seperti peletakan tanaman vertikal.

Jadi urban farming tidak terlalu sulit dilakukan. Selain bermanfaat bagi ketahanan pangan, urban farming juga membantu mengurangi sampah rumah tangga.

Tren Dekorasi Ini Bikin Interior Properti Tampak Beda

Studi di Belanda mengatakan bahwa berkebun dapat menangkal stres, bahkan lebih baik daripada kegiatan relaksasi lainnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berat Badan Tentukan Risiko Terkena Flu, Ini Penjelasannya

Sebenarnya, orang-orang dari semua kelompok umur sama-sama punya risiko terkena flu.

Profil Ika Masriana, Tiktoker yang Di-bully Gegara Tanda Lahir di Wajah

Berikut profil tiktoker Ika Masriana yang di-bully lantaran memiliki tanda lahir di wajahnya dan pernah disebut mirip monyet.

Salut! Demi ke Sekolah, Bocah Ini Lewati Laut dengan Styrofoam

Untuk menuju sekolah, seorang bocah diketahui memanfaatkan busa kotak putih atau styrofoam untuk menopang tubuhnya saat mengarungi laut.

Ngeden Ternyata Memicu Pendarahan Otak, Waspada!

Tips kesehatan kali ini membahas tentang efek mengejan yang bisa memicu pendarahan otak.

Cara Mudah Atasi Tabung Gas Mendesis atau Bocor

Tidak perlu panik bila menghadapi masalah tabung gas mendesis atau bocor. Berikut ini beberapa cara mengatasi masalah itu.

Ibu Positif Covid-19, Bolehkan Berikan ASI Eksklusif ke Buah Hati?

Diperlukan dukungan baik kepada ibu menyusui agar tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya apa pun status kesehatan sang ibu.

Hari Paru Sedunia 2021, Momen Kampanye Kesehatan Paru

Kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan masih menjadi perhatian dunia.

Setor Tunai Sampai Bikin 5 Teller Kerepotan, Jumlah Uangnya Bikin Warganet Halu

Alhasil sejumlah warganet pun mempertanyakan mengapa nasabah tersebut tak dilayani di loket khusus setoran tunai di atas Rp50 juta.

Dialami Tukul Arwana, Apakah Pendarahan Otak Bisa Sembuh?

Seperti dialami presenter Tukul Arwana, kira-kira apakah pendarahan otak bisa sembuh? Begini jawaban dari dokter.

Sering Minum Multivitamin Setiap Hari? Waspadai Efeknya

Tak sedikit orang berpikir bahwa minum multivitamin setiap hari bermanfaat untuk kesehatan tubuh mereka.

Viral! Formulir Pekerjaan Berisi Syarat Mesum, Disuruh Foto Tak Senonoh

Seorang pelamar kerja mendapatkan sesuatu yang tak wajar saat mengisi formulir, dia mendapati pertanyaan berbau pornografi.

Miris! Tiktoker Cantik ini Dibully Gegara Miliki Tanda Lahir di Wajah

Meski mempunyai wajah rupawan, Tiktoker Ika Masriana sering mendapatkan bully-an lantaran memilliki tanda lahir di mukanya.

Reaksi Wanita Ini Saat Dijodohkan dengan Tetangganya Viral di TikTok

Video wanita yang dijodohkan dengan tetangganya ini memperlihatkan momen pertama mereka bertemu.

5 Faktor Ini Tentukan Tingkat Keparahan Efek Traumatis Anak Korban Kekerasan Seksual

Namun efek traumatis yang dirasakan setiap anak korban seksual berbeda-beda, tergantung sejumlah faktor.

Bukan Hanya Alga, Bahan Pangan Ini Diprediksi Jadi Makanan Masa Depan Manusia

Alga yang sudah berbentuk kapsul itu dianggap menjadi makanan masa depan karena dianggap praktis untuk dikonsumsi.

Tidak Ada Riwayat Sakit Seperti Tukul Arwana, Berapa Besar Risiko Terkena Pendarahan Otak?

Meski tidak ada riwayat sakit sebelum terkena pendarahan otak, namun sebenarnya Tukul Arwana sudah menunjukkan sejumlah gejala.