Ingin Jadi Driver Shopee Food, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Mendaftar menjadi driver Shopee Food tidak dikenakan biaya, namun hanya dikenakan biaya atribut.

 Ilustrasi Shopeefood (shopee)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Shopeefood (shopee)

Solopos.com, SOLO–Makin moncernya bisnis makanan secara online selama pandemi Covid-19, membuat sejumlah aplikasi layanan pengantaran makanan berlomba-lomba menarik minat konsumen.

Tak hanya itu, para konsumen kini disuguhi beragam aplikasi layanan makanan secara online dengan berbagai produk dan promo yang dihadirkan. Salah satunya melalui Shopee Food.

PromosiCerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Berbeda dengan aplikasi lainnya yang juga memberikan layanan antarbarang, orang dan sebagainya, Shopee hanya bisnis ke layanan antarmakanan.

Tidak sedikit orang yang bergabung menjadi mitra Shopee Food saat ini. Mereka dibekali tas khusus untuk mengantar makanan. Lantas, bagaimana cara mendaftar menjadi driver Shopee Food. Berikut penjelasannya.

Dilansir Solopos.com dari laman help.shopee.co.id, Sabtu (14/5/2022), sebelum menjadi driver Shopee Food, harus disiapkan antara lain:

1. KTP, dan berusia 17-65 tahun pada saat pendaftaran.
2. SIM C dengan status aktif.
3. STNK dengan tahun pembuatan kendaraan minimal tahun 2013.
4. SKCK (dapat menyusul jika belum ada).
5. Buku Tabungan Bank dengan ketentuan:
Salah satu dari rekening Bank BNI, BRI, BCA, atau Mandiri.
Nama pemilik rekening harus sesuai dengan KTP yang terdaftar.
6. Alamat email aktif dan no. handphone yang aktif.

Setelah menyiapkan berkas yang dibutuhkan, baru mengisi formulis pendaftaran mitra driver Shopee Food. Kemudian, seusai mengisi, calon driver tinggal menunggu undangan dari Shopee Food melalui WhatsApp.

Untuk pendaftaran sebagai driver Shopee Food sebenarnya tidak ada biaya pendaftaran. Namun, untuk menjadi mitra driver, akan dikenakan biaya atribut.

Untuk biaya atribut ada dua paket yang ditawarkan, yakni paket 1 senilai Rp500.000 mendapatkan 1 jaket, 1 helm, 1 tas pengantaran, dan 1 masker.

Sedangkan paket 2 senilai Rp660.000 mendapatkan 2 jaket, 1 helm, 1 tas pengantaran, dan 1 masker. Dari dua paket itu, bisa dicicil untuk Tier 1 (Jabodebatek dan Surabaya) uang muka Rp400.000 dibayar tunai dan bisa dicicil 50 hari Rp2.000/hari.

Untuk Tier 2 (Seluruh kota selain Tier 1), dengan uang muka Rp350.000 dibayar tunai dan bisa dicicil 50 hari Rp3.000/hari.

Sedangkan paket 2 bisa juga dicicil dengan uang muka Rp500.000 dibayar tunai dan dicicil Rp7.000/hari selama 30 hari.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

IHSG Ditutup Anjlok 1,1 Persen, Senin (23/5/2022)

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.972,18 dan terendah 6.802,71 hari ini. Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp154,05 miliar.

Lagi, DJKN Kemenkeu Lelang Aset Tommy Soeharto, Akankah Laku?

Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) DJKN Kementerian Keuangan Purnama Tioria Sianturi menjelaskan bahwa pihaknya akan kembali melelang aset jaminan Tommy Soeharto.

Jokowi Tugasi Luhut Urusi Minyak Goreng

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ikut menangani persoalan minyak goreng.

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan langkah tersebut akan tetap diambil BI dalam RDG bulan ini dengan pertimbangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan stabilitas harga atau inflasi.

Keran Ekspor CPO Dibuka, Segini Harga Migor di Daerah

Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi) melaporkan harga minyak goreng (migor) curah di berbagai daerah masih di atas Rp17.000-20.000 per liter.

Selamat! Inilah Pemenang Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2021

Setelah melalui rangkaian proses penjurian, terpilih 42 pemenang Lomba Foto Astra dan 42 pemenang Anugerah Pewarta Astra 2021 baik dari kategori wartawan dan umum.

Luhut Sebut UEA Investasi di IKN US$20 miliar

Uni Emirat Arab (UEA) akan berinvestasi US$20 miliar di kawasan IKN Nusantara

Semen Gresik Laksanakan Overhaul Major, Sukses Zero Accident

PT Semen Gresik (PTSG) Pabrik Rembang melaksanakan kegiatan overhaul major (pemeriksaan total) 2022.

2021, Manulife Indonesia Cairkan Klaim Nasabah Rp8,9 Triliun

Sepanjang 2021, Manulife Indonesia meraih pendapatan bersih premi asuransi Rp12,1 triliun atau meningkat 42% dibandingkan dengan 2020.

Awas, Money Game Ilegal dan Robot Trading Masih Menjamur

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, mengatakan dengan realitas yang ditemukan oleh timnya ini, maka masyarakat diminta berhati-hati dalam memilih penawaran investasi dan menggunakan pinjaman online.

NIK Jadi NPWP, Tak Semua Harus Bayar Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan penggunaan NIK sebagai NPWP tak lantas menyebabkan orang pribadi membayar pajak.

Sukses Terapkan Transformasi, BRI Raih Predikat Best of The Best BUMN

BRI mendapatkan apresiasi dengan dinobatkan sebagai Best of The Best BUMN dalam BUMN Entrepreneurial Marketing Awads 2022 yang diadakan oleh Markplus.Inc.

APBN Pada April 2022 Surplus 0,58 Persen, Ini Penopangnya

Surplus APBN 2022 pada April 2022 ini berbanding terbalik dengan posisi APBN 2021 yang masih defisit. Selain itu, surplus April naik dari posisi bulan sebelumnya.

Sesi I, IHSG Merosot Lebih dari 1 Persen, Asing Lepas BBRI, PTBA, ADRO

IHSG melemah 1,1% atau 76,44 poin ke level 6.841,7 pada akhir sesi I pukul 11.30 WIB.

Tinggal 38 Hari, Peserta PPS 48.002 Wajib Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan mencatat terdapat 48.002 wajib pajak yang sudah mengikuti program pengungkapan sukarela atau PPS.