Ingin Covid-19 Segera Berakhir? Bupati Madiun: Masyarakat Harus Jalankan Protokol Kesehatan!
Bupati Madiun Ahmad Dawami saat menggelar konferensi pers di Pendopo Muda Graha Madiun, Jumat (10/42020) malam, terkait penambahan kasus positif COVID-19 di wilayah Kabupaten Madiun. Dari satu orang menjadi tga orang terkonfirmasi positif corona. (Antara/Humas Kabupaten Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Pemerintah tak bisa berjuang sendirian menghadapi pandemi yang terus memakan korban jiwa ini.

Tantangan besar dihadapi Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dalam mengatasi pandemi virus corona. Di tengah laju pertumbuhan kasus Covid-19 yang terus meningkat, terjadi penolakan dari pasien positif dan keluarganya untuk dirawat di rumah sakit.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, sampai turun tangan untuk menjemput paksa salah satu pasien positif Covid-19 di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan itu. Bahkan saat Bupati turun tangan, masih tetap diadang oleh orang tua pasien yang bersikukuh tidak mengizinkan anaknya diisolasi di rumah sakit. Setelah negosiasi yang cukup lama akhirnya keluarga mengizinkan anaknya untuk dibawa oleh tim medis.

Dari kasus itu, Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing tersebut meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam memutus rantai penyebaran virus corona ini. Bagi pasien yang positif diminta supaya mau menjalankan protokol penanganan kesehatan Covid-19.

Videonya Viral, Bupati Madiun Ditolak Pulang ke Rumah

Dia mengingatkan pasien positif virus corona terkadang tanpa gejala karena kondisi tubunya masih sehat dan imun tubuhnya juga kuat. Namun, ketika tidak dilakukan isolasi di rumah sakit dan dilakukan perawatan hingga sembuh, tentu virus ini bisa menyebar ke mana-mana. Dan siapa saja bisa tertular virus ini.

Untuk itu, dia menegaskan petugas dari Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Madiun melakukan protokol kesehatan dengan tujuan supaya masyarakat aman dan sehat serta mengupayakan wabah bisa segera berakhir. Petugas juga bertaruh nyawa dalam menangani wabah ini.

“Saat ini sudah tidak ada lagi pasien positif yang menolak saat diisolasi. Saya ingatkan, pemerintah melakukan itu karena sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat,” kata Kaji Mbing, Jumat (22/5/2020).

Sempat Diadang Keluarga, Begini Aksi Bupati Madiun saat Jemput Paksa Pasien Positif dari Klaster Temboro

Terlebih pada Jumat lalu, ada tiga orang pejuang penanganan Covid-19 yang terinfeksi virus corona. Saat ini, ketiga orang itu sudah menjalani isolasi di rumah sakit.

Warga Lebih Bijak

Dia meminta kepada seluruh masyarakat Madiun supaya lebih bijak setelah mengetahui adanya petugas penanganan Covid-19 yang terinfeksi corona. Masyarakat diminta lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Seperti rajin mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker saat keluar rumah, dan menjaga jarak saat berkomunikasi dengan orang lain.

“Kalau tidak ada urusan penting, lebih baik di rumah saja. Jangan berkerumun dan kurangi nongkrong,” kata dia.

Bupati Madiun Larang Warga Portal Jalan

Kaji Mbing menegaskan Pemkab Madiun melalui Tim Satgas Penanganan Covid-19 bekerja terus untuk menangani pasien corona, baik itu yang telah dinyatakan positif atau masih PDP. Kondisi kesehatan mereka dipantau oleh tim medis. Untuk itu, masyarakat juga tidak perlu takut saat ada petugas yang datang untuk melakukan tracing maupun menjemput pasien yang diduga sudah terinfeksi virus corona.

Apalagi, satu orang positif corona rata-rata telah berkontak dengan 80 sampai 200 orang. Untuk itu, saat melakukan tracing terhadap warga berkontak langsung dengan pasien positif supaya memberikan keterangan yang jujur dan benar. Karena, kalau keterangan yang disampaikan tidak benar, bisa membahayakan orang lain yang bisa saja terjangkit Covid-19. (ADV)

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho