Negara Rakyat Nusantara ingin membubarkan NKRI (Youtube/YUDI SYAMHUDI SUYUTI)

Solopos.com, SOLO -- Belum usai masyarakat Indonesia dihebohkan dengan munculnya Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, kini mencuat Negara Rakyat Nusantara. Mereka mempunyai keinginan untuk membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebetulnya keinginan Negara Rakyat Nusantara untuk membubarkan NKRI sudah muncul sejak 2015 lalu. Hal tersebut berdasar pada video yang berjudul Pernyataan Sikap Negara Rakyat Nusantara, 20 Oktober 2015 di saluran Youtube YUDI SYAMHUDI SUYUTI  diunggah pada 27 Oktober 2015.

Pernyataan sikap Negara Rakyat Nusantara itu kembali viral setelah diunggah kembali ke berbagai media sosial, termasuk di akun Instagram @jokersupriadi, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: Sukses Bantu Turunkan 110 Kg Bobot Arya Permana, Ade Rai Disanjung

"Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, sistem yang sudah membusuk. Nah, kondisi yang membusuk ini lah kenapa kita katakan mau enggak mau dengan pikiran jernih kita harus merelakan membubarkan NKRI. Di sini kami akan menyatakan ada persoalan-persoalan mendasar kenapa NKRI harus kita segera bubarkan," kata Yudi.

Dalam video tersebut, Yudi Syamhudi Suyuti mengatakan ada lima poin yang menjadi alasan NKRI harus segera dibubarkan. Pertama, tentang persoalan kedaulatan bangsa. Kedua, persoalan bangsa, rakyat dan negara. Ketiga, persoalan yuridis NKRI. Keempat, persoalan tata negara NKRI. Dan terakhir, persoalan hilangnya aset bangsa Nusantara dan Papua Barat.

Baca Juga: Pengurus RW di Surabaya Akui Salah Gunakan Kata Pribumi dan Nonpribumi

"NKRI telah menguasai selama 70 tahun wilayah Nusantara bersama rakyat dan bangsa-bangsa. Namun, sejak berdiri hingga saat ini, NKRI yang awalnya berbentuk Republik Indonesia Serikat [RIS]  berubah wujud dengan NKRI. [Pemerintah] tidak berhasil menegakkan kemanusiaan, persatuan, keadilan di tengah rakyat bangsanya. Dan gagal kesejahteraan, keamanan rakyat, dan bangsanya," pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten