Ingin Bendungan Logung Jadi Objek Wisata, Pemkab Kudus Siapkan Rp21 M
Bendungan Logung Kudus, Jawa Tengah. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus berharap Bendungan Logung yang baru rampung dibangun dan sedang diisi air bisa menjadi objek daya tarik wisata. Demi mengembangkan Logung sebagai destinasi wisata baru, Pemkab Kudus menanggarkan biaya Rp21 miliar.

"Anggaran untuk pengembangan wisata dengan memanfaatkan pemandangan Bendungan Logung sudah disiapkan pada tahun anggaran 2019," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil ditemui seusai peresmian pengisian air Bendungan Logung Kudus, Jawa Tengah, Selasa (18/12/2018).

Nantinya, kata dia, dengan anggaran sebesar itu akan digunakan untuk membangun tempat peristirahatan di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, Jateng yang kebetulan memang berdekatan dengan lokasi Bendungan Logung. Pengembangan objek wisata baru tersebut, akan dimulai tahun anggaran 2019.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Hari Suprayogi mengungkapkan Bendungan Logung Bendungan Logung tidak sekadar bisa mengurangi dampak banjir dan untuk kepentingan irigasi serta suplai air baku, melainkan juga memiliki manfaat sebagai sarana wisata sebagai bentuk ekonomi kerakyatan tersendiri. "Bendungan Logung yang memiliki desain unik memang berpotensi menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Kudus," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, panorama yang tersaji di sekeliling bendungan membuatnya memiliki keistimewaan dibanding dengan bendungan lain, terutama panorama Gunung Muria menjadi daya tarik tersendiri. Untuk pengelolaanya, dia menyerahkannya kepada Pemkab Kudus yang lebih mengetahui potensi yang bakal dikembangkan.

Ia mengingatkan pariwisata di Bendungan Logung nantinya harus tetap memperhatikan prinsip hidrologi dan konservasi dari hulu ke hilir. "Pengembangannya tentu di sekitar bendungan, bukan pada bangunan inti bendungan karena memang bukan jalan umum," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta, masyarakat turut menjaga bangunan bendungan tetap baik serta jangan sampai dicoret-coret. Sosialisasi kepada warga terkait pemanfaatan bendungan termasuk pengembangan wisata penting untuk dilakukan, dengan tidak mengizinkan adanya wisata air pada bendungan terkait potensi bahaya yang akan timbul dan lebih mengedepankan wisata konservasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom