Tutup Iklan

Inggris Sumbang 600.000 Dosis Vaksin Astra Zeneca untuk Indonesia

Pemerintah Inggris Raya menyumbangkan vaksin Astra Zeneca untuk ke seluruh dunia, termasuk 600.000 dosis ke Indonesia.

 Vaksin Astra Zeneca. (Antara)

SOLOPOS.COM - Vaksin Astra Zeneca. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah Inggris Raya menyumbangkan 600.000 dosis vaksin Astra Zeneca untuk Indonesia. Mulai pekan ini, pemerintah Inggris Raya akan mengirimkan sembilan juta vaksin Covid-19 ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.

Dari jumlah tersebut, bagian untuk Indonesia sebesar 600.000 dosis vaksin Astra Zeneca sebagai bagian dari kerja sama bilateral kedua negara yang lebih luas dalam menjawab tantangan pandemi Covid-19. Adapun, sebanyak lima juta dosis ditawarkan kepada Covax, skema untuk memastikan akses global yang adil terhadap vaksin Covid-19.

Inggris Raya menyumbangkan vaksin Astra Zeneca yang dibuat oleh Oxford Biomedica di Oxford dan dikemas di Wrexham, North Wales. Ini adalah vaksin tahap pertama yang dibagikan hingga tahun depan.

Baca Juga: Antartika Catat Rekor Baru Suhu Terpanas, Ada Apa?

Dari 100 juta dosis yang dijanjikan oleh Perdana Menteri Boris Johnson pada pertemuan kelompok G7 bulan lalu di Cornwall, dengan 30 juta akan dikirim sebelum akhir tahun. Setidaknya 80 juta dari 100 juta dosis akan diberikan melalui Covax dan sisanya kepada negara-negara secara langsung.

Sumbangan tersebut mengikuti janji yang dibuat para pemimpin G7 untuk memvaksinasi dunia dan mengakhiri pandemi virus corona pada 2022. Pengiriman minggu ini akan membantu memenuhi kebutuhan mendesak akan vaksin dari negara-negara di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Asia Tenggara Memprihatinkan

Asia Tenggara saat ini sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang memprihatinkan, termasuk dalam jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit serta jumlah kematian mereka.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan pengiriman vaksin Covid-19 tahap pertama ini diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat dunia yang paling rentan agar dapat segera divaksinasi. “Kami melakukan ini untuk membantu mereka yang paling rentan, tetapi juga karena kami tahu bahwa kita tidak akan aman sampai semua orang aman”, ujar Raab, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Varian Delta Meluas, Kata WHO Tetap Pakai Masker!

Wakil Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste Rob Fenn mengatakan donasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan kesehatan yang lebih luas antara Inggris Raya dan Indonesia. “Kami tengah meningkatkan kerja sama kesehatan kami dengan Indonesia untuk jangka menengah dan jangka panjang– pada sektor-sektor penting seperti pengembangan vaksin dan pengurutan genom”, katanya.

Menurut Fenn, bantuan untuk Indonesia ini dilakukan bersamaan dengan bantuan vaksin Astra Zeneca dari Inggris Raya kepada negara-negara anggota Asean. Hal ini dia sebut mencerminkan kemitraan strategis Inggris yang erat dan terus berkembang di kawasan ini.

“Kita berjuang bersama dalam melawan Covid-19. Kita dapat mengalahkan virus ini, dan membangun masa depan yang lebih sehat, untuk semua rakyat Indonesia, Inggris dan dunia,” ujar Fenn.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

Suku Jawa & Melayu Cerai Gegara Penjajah Eropa?

Suku Jawa dan Melayu berasal dari rumpun yang sama, namun konon bercerai gegara peran penjajah Eropa.

Kapolres: Demi Pancasila, Turunkan Seluruh Atribut Ormas!

Dengan demikian, kata Kapolres, tidak ada kesan egosentris atau arogan antarormas yang bisa memberikan rasa tidak aman kepada warga sekitar.

Tegur Karaokean di Warung, Bidan Kena Siram Air Panas

Insiden itu terjadi ketika korban menegur pelaku yang tengah berkaraoke dengan volume kencang sehingga menimbulkan suara bising di sekitar lokasi

Mudik Tak Dilarang, Tetapi Tetap Bangun Kewaspadaan saat Nataru

Ginting menegaskan pemerintah tidak melarang mudik saat momen nataru, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Asal-Usul Ramalan Jayabaya

Inilah asal-usul Ramalan Jayabaya yang sampai saat ini masih dipercaya sebagian masyarakat Indonesia.

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

2 Juta Buruh Ancam Mogok Nasional Jika UU Cipta Kerja Jalan Terus

Sebanyak 2 juta butuh dari seratusan pabrik mengancam melakukan mogok nasional jikan pemerintah nekat menjalankan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Video Viral Tentara Usir Mertua dari Rumah Dinas

Video viral memperlihatkan seorang prajurit tentara mengusir ibu mertuanya yang duduk di kursi roda dari rumah dinasnya.

Dosen UNJ Diduga Kirim Chat Mesum ke Mahasiswi

Kasus dugaan pelecehan diduga terjadi di Universitas Negeri Jakarta, di mana seorang dosen dilaporkan mengirim chat mesum kepada beberapa mahasiswa.

+ PLUS Membaca Pilpres 2024 Tanpa Jokowi

“Artinya, kalau misalnya ketiga nama ini dapat tiket [Pilpres 2024], sepertinya dengan pola sekarang berdasarkan konstitusi--mereka yang menang satu putaran langsung dilantik sebagai presiden--tidak akan tercapai."

Ahli ITB Jelaskan Penyebab Gunung Semeru Erupsi

Ahli vulkanologi ITB menjelaskan penyebab Gunung Semeru mengalami erupsi, salah satunya curah hujan tinggi.

+ PLUS Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat Terjebak Kegelapan

Upaya penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia kategori berat makin rumit dan kompleks. Penyebab utama semua itu adalah dedikasi dan komitmen politik hukum penegakan hak asasi manusia yang lemah.

Arief Puyuono: Airlangga - Ganjar Capres Top Versi Ramalan Jayabaya

Arief Puyuono menyebut sosok Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto adalah figur yang cocok menjadi presiden berdasarkan Ramalan Jayabaya.

Kasus Covid-19 Melonjak, Swiss dan Belanda Kerahkan Tentara

Pemerintah Swiss dan Belanda kembali mengerahkan 2.500 anggota tentara untuk membantu pemerintah daerah menangani pandemi virus corona.

Satu Ton Rendang untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru di Lumajang

Pemkab Dharmasraya memiliki cara meringankan beban korban bencana guguran awan panas Semeru di Lumajang dengan memasak satu ton rendang dan akan dikirim pada Kamis (8/12/2021).