Ingat! Pebisnis Gadai di Solo Wajib Lapor OJK

Ingat! Pebisnis Gadai di Solo Wajib Lapor OJK

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pegadaian (Yayus Yuswoprihanto/JIBI/Bisnis)

Pebisnis gadai di Solo wajib lapor OJK.

Solopos.com, SOLO—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mendorong pelaku usaha gadai di Solo dan sekitarnya melaporkan aktivitas bisnis mereka.

Pelaku usaha pergadaian wajib terdaftar dan berizin berdasarkan Peraturan OJK No. 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian. Mereka juga wajib memiliki badan hukum baik dalam bentuk PT maupun koperasi.

POJK itu mengatur modal minimal untuk sebuah usaha gadai. Modal minimal perusahaan gadai di tingkat kabupaten Rp500 juta dan di tingkat provinsi minimal Rp2,5 miliar. (baca: SOLO GREAT SALE 2018: Inilah Diskon dari Pegadaian Solo Selama SGS)

Kepala OJK Solo, Laksono Dwi Onggo, melihat usaha gadai di Solo cukup potensial terutama di sekitar kampus maupun di kalangan pelaku bisnis produk elektronik. Hingga awal tahun ini belum ada satu pun usaha gadai yang terdaftar di OJK.

Aturan tentang usaha gadai ini terbit pada 28 Juli 2016. Pelaku usaha ini wajib melapor ke OJK paling lambat dua tahun setelah aturan itu terbit.

“Waktu tinggal enam bulan lagi, tapi di Solo belum ada satu pun yang lapor, kalau konsultasi sudah ada tapi belum ada lagi tindak lanjutnya,” kata Laksono, saat berbincang dengan Solopos.com, di ruang kerjanya, Senin (12/2/2018).

Di tingkat nasional, OJK telah memberikan izin usaha kepada 16 perusahaan pegadaian swasta.

“Kebetulan 16 perusahaan pergadaian itu tidak ada cabangnya di Solo,” ujar dia.

Kewajiban pelaku usaha gadai mengantongi izin usaha dari OJK semata-mata untuk kepentingan perlindungan konsumen. OJK punya kewenangan untuk mengawasi bisnis mereka. Pelaku usaha pun bakal memiliki kepastian hukum terkait usaha yang dijalankan.

“Karena mereka harus punya penaksir harga yang besertifikasi. Jadi pelaku tidak asal kasih harga taksiran. Kalau sudah terdaftar di OJK, setidaknya konsumen itu merasa aman saat menggadaikan barangnya,” tutur dia.

Saat ini OJK baru menginventarisasi pelaku usaha gadai di Solo. Jika sudah terdata, OJK akan mendekati mereka dan mengedukasi pentingnya izin dan badan hukum bagi sebuah usaha pergadaian.

“Sayangnya banyak yang tidak mau terbuka. Kami contohkan di toko laptop atau komputer misalnya. Mereka itu ada yang tidak hanya jualan barang, tapi juga membuka jasa gadai, tapi mereka tidak buka itu, tidak mau terang-terangan,” papar Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Solo, Tito Adji Siswantoro.

Tito mempersilakan pelaku usaha gadai datang ke OJK dan berkonsultasi.

“Kami hanya mendorong agar mereka bisa menjalankan bisnisnya secara profesional,” kata dia.

Tito menduga selain tidak ingin diawasi, ada kemungkinan pelaku usaha gadai menunggu hingga terkumpul modal yang cukup sesuai aturan yang ditetapkan.

“Misalnya masih menunggu sampai modalnya Rp500 juta, baru kemudian mengurus izin di OJK. Bisa jadi seperti itu,” jelasnya.

 

17 Perusahaan Pegadaian yang Terdaftar di OJK

  1. PT Pegadaian (Persero)
  2. KSP Mandiri Sejahtera Abadi
  3. KSU Dana Usaha
  4. HBD Gadai Nusantara
  5. Mitra Kita
  6. PT Gadai Pinjam Indonesia
  7. PT Sarana Gadai Prioritas
  8. PT Mas Agung Sejahtera
  9. PT Surya Pilar Kencana
  10. PT Mitra Gadai Sejahtera Kepri
  11. PT Svara Penjuru Vijaya
  12. PT Pusat Gadai Indonesia
  13. PT Persada Aritha Mandiri
  14. Solusi Gadai
  15. PT Jasa Gadai Syariah
  16. CV Souverino Ekasakti
  17. PT Sili Gadai Nusantara

Sumber : OJK. (haw)

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.