Ingat! Patok Proyek Tol Solo-Jogja di Klaten Masih Bisa Geser
Patok terkait rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja terpasang di tengah perkampungan Dukuh Mendungan, Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Rabu (5/8/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Pemasangan patok terkait proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja bakal dilanjutkan ke seluruh wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang bakal dilintasi. Patok yang terpasang dimungkinkan bisa bergeser.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, patok terkait jalan tol Solo-Jogja itu sudah terpasang di wilayah Klaten sisi timur seperti di Kecamatan Polanharjo, Delanggu, serta Ceper. Patok dipasang di sawah hingga permukiman. Ada patok berwarna kuning serta berderet patok berwarna merah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan pemasangan patok-patok tersebut bakal dilanjutkan ke seluruh wilayah Klaten yang bakal dlintasi tol dari Kecamatan Polanharjo hingga Prambanan.

Pemasangan patok itu bersamaan dengan sosialisasi dan konsultasi publik yang dilakukan oleh tim persiapan pengadaan lahan rencana proyek tol Solo-Jogja dari Pemprov Jateng bersama petugas dari pejabat pembuat komitmen (PPK).

Kekeringan Melanda, Warga Wonogiri Keluarkan Kocek Rp150.000 Untuk Beli Air Bersih

Jaka menjelaskan patok yang dipasang menandakan lokasi yang bakal dilintasi jalan tol. Pada deretan patok yang dipasang, ada patok warna kuning pada sisi tengah dengan sisi kanan dan kiri terpasang patok berwarna merah.

Patok Kuning & Merah

Patok kuning berfungsi sebagai penanda titik tengah jalan tol. Sementara, patok warna merah sebagai penanda batas sisi kanan dan kiri lebar jalan.

Dari patok-patok yang sudah terpasang, Jaka mengatakan memungkinkan bergeser terutama patok berwarna merah. Hal itu tergantung kebutuhan serta kondisi bidang lahan yang bakal terdampak proyek tol di Klaten.

"Dalam hal ini patok merah bisa bergeser. Misalkan ada bidang tanah yang masih menyisakan beberapa meter [tidak dilewati tol] dan tidak bisa dimanfaatkan. Bisa saja pemiliknya minta sekalian dibebaskan. Sehingga patok merah nanti akan bergeser. Tetapi poligon atau as-nya patok berwarna kuning ini," ungkap Jaka saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (9/8/2020).

Jaka mengatakan rencana proyek pembangunan jalan tol saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan konsultasi publik. Ditargetkan, tim yang bertugas melakukan sosialisasi dan konsultasi publik merampungkan tugas mereka bertemu dengan pemilik bidang terdampak tol pada Selasa (25/8/2020).

Sosialisasi dan konsultasi publik sendiri sudah berlangsung sejak Selasa (4/8) diawali dari wilayah timur Klaten seperti di Kecamatan Delanggu, Polanharjo, Ceper, serta Karanganom.

"Sementara ini selama konsultasi publik tidak ada masalah karena belum sampai ke pembicaraan ganti untung atau apa. Konsultasi publik itu menyampaikan rencana pembangunan dan selama ini masyarakat mendukung. Setelah proses ini akan ada penetapan lokasi [penlok] dalam artian setelah konsultasi publik tidak ada keberatan kemudian ditetapkan penlok. Kemudian dilakukan appraisal dan setelah itu baru kemudian bicara masalah ganti kerugian," kata dia.

Tahap

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten, Wahyu Prasetyo, mengatakan ada empat tahapan rencana proyek pembangunan tol Solo-Jogja di Klaten.

Seratusan Keluarga Dari Dua Desa di Sukoharjo Sudah Krisis Air Bersih, Butuh Uluran Tangan!

Tahapan itu meliputi perencanaan pengadaan lahan, persiapan pengadaan lahan, tahap pelaksanaan pengadaan tanah, dan penyerahan hasil pengadaan tanah. Masing-masing tahapan direncanakan dilalui selama sebulan.

"Saat ini [tahap sosialisasi dan konsultasi publik] baru masuk dalam tahap kedua yakni tahap persiapan lahan," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan tahap sosialisasi dan konsultasi publik belum berbicara tentang nilai ganti kerugian yang bakal diterima. Tahapan itu sebatas penyampaian informasi kepada masyarakat. "Saat ini istilahnya kula nuwun [permisi]," kata dia.

Pembicaraan ganti kerugian bakal melalui tahap tersendiri setelah ada penetapan lokasi, pengukuran dan pendataan bidang serta aset, hingga penaksiran harga oleh tim aprraisal independen.

Wahyu mengatakan selama tahapan pengadaan tanah pemkab sebatas bertugas mendampingi tim. Selama tahap pengadaan tanah untuk jalan tol, warga pemilik bidang yang bakal dilintasi bakal dilibatkan.

"Masyarakat diimbau bisa hadir secara pribadi. Saat konsultasi publik, masyarakat terdampak yang akan terkena jalan tol diarahkan mengadakan persiapan seperti mengumpulkan surat dan berkas-berkas," urai dia.

Terkait patok proyek tol di Klaten, Wahyu mengatakan proses pemasangan patok bakal tetap dilanjutkan hingga ke wilayah Kecamatan Prambanan. Terkait sawah yang sudah dipasangi patok terkait jalan tol, Wahyu mengatakan saat ini warga masih bisa tetap melakukan penanaman seperti padi.

Sebagai informasi, panjang jalan tol Solo-Jogja yang melintasi wilayah Jateng sekitar 36 km. Dari panjang rencana jalan tol itu, panjang jalan tol yang melintasi Klaten sekitar 30 km. Ada sekitar 4.071 bidang dilintasi tol di wilayah Klaten. Bidang-bidang itu tersebar di 50 desa di 11 kecamatan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom