Kategori: Klaten

Ingat, Meski di Mobil Wajib Kenakan Masker Ya


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN -- Satpol PP Klaten terus berupaya mendisiplinkan warga Kabupaten Bersinar agar tak bosan memakai masker di tengah pandemi Covid-19. Setiap warga yang keluar rumah di Klaten wajib memakai masker tanpa terkecuali.

"Operasi yustisi yang rutin dilakukan tim gabungan di tengah pandemi Covid-19. Di awal-awal razia, kami sering cekcok dengan pengemudi mobil yang tak memakai masker dengan benar. Alasan pengemudi itu karena di dalam mobil sehingga tak perlu pakai masker. Sikap seperti itu kami tegaskan salah karena Perbup mengatakan setiap orang yang keluar rumah harus pakai masker. Kami terus mengedukasi masyarakat soal ini. Sekarang, kesadarannya terus meningkat," kata Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman, kepada Solopos.com, Sabtu (10/10/2020).

Selain Satpol PP, operasi yustisi biasanya melibatkan aparat keamanan dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkab Klaten. Kegiatan serupa juga sering dilakukan pemangku wilayah di 26 kecamatan di Klaten.

Tersetrum, Warga Nanggulan Klaten Meninggal di Atap Rumah

"Kami pernah menemui seorang dokter dan tenaga kesehatan [nakes] ngeyel tak mengenakan masker saat mengemudi. Kami pun menegur yang bersangkutan dan meminta untuk memakai masker. Meski di dalam mobil, masker wajib dipakai karena dia sudah keluar rumah," katanya.

6.364 Pelanggar

Dalam menjalankan tugasnya, biasanya tim gabungan terdiri dari lima regu. Masing-masing regu terdiri dari 12 anggota Satpol PP, 10 anggota Polri, delapan anggota TNI, 10 anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), empat anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, satu anggota Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten.

"Sejak 1 Juli 2020, tercatat sudah ada 6.364 pelanggar. Dalam pekan ini, ada 445 orang. Itu sudah termasuk razia yang dilakukan di berbagai kecamatan di Klaten," katanya.

BPCB Jateng Cek Potensi Adanya Situs Candi Jaden di Jatinom Klaten

Penggunaan masker di tengah pandemi dinilai menjadi salah satu upaya paling efektif guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sosialisasi wajib menggunakan masker terus digaungkan. "Tenggorokan kami sampai serak hanya gara-gara sering mengingatkan orang wajib pakai masker. Tapi, ini sudah menjadi tugas kami. Kami akan terus melaksanakan tugas ini sampai kondisi di Klaten aman [terbebas dari virus corona]. Kami pun juga menekankan ke petugas yang ada di daerah agar dalam pemberian sanksi kepada mereka yang tak pakai masker harus seragam, yaknj penahanan e-KTP, sanksi sosial membersihkan jalan dan menyanyikan salah satu lagu wajib," kata Rabiman.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy