Tutup Iklan

INFRASTUKTUR BOYOLALI : Awas, Longsor di Jalan WKO-Juwangi Bahayakan Pengendara

INFRASTUKTUR BOYOLALI : Awas, Longsor di Jalan WKO-Juwangi Bahayakan Pengendara

SOLOPOS.COM - Kondisi jalan WKO di Juwangi, Boyolali, yang longsor di Desa Kayen, dua hari lalu. (Aries Susanto/JIBI/Solopos)

Jalan penghubung Boyolali-Grobogan via Waduk Kedung Ombo longsor.

Solopos.com, BOYOLALI -- Jalan raya penghubung antara Waduk Kedung Ombo (WKO) dengan wilayah Kecamatan Juwangi, Boyolali, longsor di wilayah Desa Kayen. Jalan raya tersebut baru saja diperbaiki sekitar tiga bulan lalu.

Salah satu warga Juwangi, Sulastri, mengatakan longsor terjadi dua hari lalu. Penyebab longsornya jalan itu karena guyuran hujan cukup lebat dalam beberapa hari terakhir.

"Cukup membahayakan bagi pengguna jalan karena jalan yang longsor memakan bahu jalan," jelasnya kepada Solopos.com, Senin (26/2/2018).

Lokasi longsor berada di sekitar 300 meter timur pertigaan Desa Kayen, Juwangi. Panjang jalan yang longsor sekitar sepuluh meter. Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, warga memasang tanda berupa kayu. "Lokasi longsor agak serong. Hati-hati bagi pengguna jalan saat melintasi WKO-Juwangi," jelasnya.

Eko Prasetyo, warga Juwangi lainnya, mengatakan lokasi longsor cukup membahayakan saat malam hari. Di sepanjang jalan yang baru saja diperbaiki itu tak ada penerangan sama sekali. "Selain itu, di kanan kiri jalan hanya hutan. Jarang ada permukimannya," terang Eko.

Baca:

Eko berharap petugas perbaikan jalan raya segera merespons kejadian jalan longsor. Harapannya, jalan lekas diperbaiki sebelum ada korban jiwa.

Pengawas PPK Kartasura-Surakarta Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Tengah, Satijo, belum bisa dimintai tanggapan terkait kejadian itu. Berulang kali Solopos.com menelpon namun hanya terdengar nada dering. Pesan singkat juga belum dibaca.

Seperti diketahui, jalan penghubung WKO-Juwangi itu baru saja diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan anggaran Rp13 miliar. Pembangunan jalan sepanjang 23,5 km itu kelar Desember 2017 lalu itu. Namun, belum genap empat bulan jalan sudah rusak lagi.

Satijo mengatakan kondisi jalan Juwangi-WKO rusak parah sejak 25-an tahun silam. Padahal jalan itu merupakan penghubung utama Boyolali-Grobogan dan Sragen.

Budi Suswanto, salah satu warga Wonoharjo, Kemusu, mengatakan perbaikan jalan raya itu telah membuat jalur Juwangi Timur, Boyolali, hingga ke Monggot, Purwodadi, sejauh sekitar 25 km jadi kian dekat. Warga Boyolali Utara, Sragen, dan Grobogan, yang hendak ke Semarang, kata dia, tak perlu melewati Jalan Solo-Purwodadi lagi tapi bisa langsung melewati jalan Juwangi-Karangrayung-Godong.

Berita Terkait

Berita Terkini

Latihan Lagi, Persis Ingin Lapangan di Solo

Persis perlu berkoordinasi dengan Bhayangkara Solo Football Club (BSFC) yang juga memakai Stadion UNS sebagai tempat latihan.

Temui Dubes Palestina, Ketum PBNU: Menurut Al-Qur'an, Israel akan Kalah

Said Aqil mengatakan NU telah menyatakan dukungan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sejak 1938.

Ini 5 Ekses Setuju Kebijakan Baru Privasi Whatsapp

Whatsapp seperti dibahas SAFE net secara resmi menerapkan kebijakan privasi baru mulai Sabtu (15/5/2021) lalu.

Balon Udara Meledak di Delanggu Klaten, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Polisi sudah meminta keterangan dari enam warga Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Delanggu, Klaten, terkait ledakan balon udara dengan petasan,

Pemudik Motor Wajib Rapid Test Antigen Acak saat Balik

Kemenhub bakal mengecek Covid-19 dengan rapid test antigen secara acak terhadap pemudik pengendara sepeda motor yang balik ke Jabodetabek.

Awas Licin! Belasan Sepeda Motor Berjatuhan Di Jalan Seputar Alut Keraton Solo

Belasan sepeda motor mengalami kecelakaan saat melewati jalan yang licin di seputar Alun-Alun Utara Keraton Solo pada Minggu dan Senin.

Gubernur Jateng Minta Seluruh RS Antisipasi Lonjakan Covid-19

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit di Jateng siaga potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran 2021.

Tahukah Anda? Tiap Zodiak Punya Bakat Terpendam!

Tahukah Anda, setiap pemilik tanda zodiak memiliki bakat terpendam yang mungkin bermanfaat untuk mengarungi kehidupan manusia.

Viral Pemotor Nyemplung Pantai Jepara, Ternyata Begini Ceritanya

Dalam video berdurasi 16 detik itu memperlihatkan seorang pemotor yang tengah terjebak di pantai.

Polrestabes Semarang Gelar Tes Antigen Acak Pemudik di Simpang Lima

Total ada sekitar 100 kendaraan dari luar daerah yang terjaring operasi Satlantas Polrestabes Semarang di Simpang Lima.

Polri Akui Ratusan Kecelakaan di Puncak Arus Balik Lebaran 2021

Polri serius mencegah warga mudik Idulfitri atau Lebaran 2021, meski demikian Polri mengakui ratusan kecelakaan sepanjang puncak arus balik.

Wisata Kedungombo Dibuka Lagi, Terapkan Prokes Ketat

Seiring selesainya proses pencarian korban perahu terbalik, kemudian wisata Kedungombo dibuka kembali.