Penandatanganan MoU pendampingan dan pengawasn TP4D di Kantor Kejari Sragen, Selasa (3/4/2018) sore. (Istimewa-Dinas PUPR Sragen)

<p><strong>Solopos.com, SRAGEN</strong> -- Proyek fisik Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen senilai Rp304,739 miliar pada 2018 jadi objek pengawasan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.</p><p>Pengawasan TP4D dilakukan setelah Kepala Dinas PUPR Sragen Marija dan Kepala Kejari (Kajari) Sragen Muhamad Sumartono menandatangani perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) di Kantor Kejari Sragen, Selasa (3/4/2018) sore.</p><p>Kajari Sragen Muhammad Sumartono saat ditemui <em>Solopos.com</em> di ruang kerjanya, Selasa sore, menyampaikan semua pekerjaan yang masuk dalam daftar pelaksanaan anggaran (DPA) di Dinas PUPR Sragen dikerjasamakan dengan TP4D Kejari Sragen. Sumartono menyatakan semua pekerjaan di Dinas PUPR akan diawasi TP4D, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan serah terima pekerjaan.</p><p>Sekretaris DPUPR Sragen Bambang R. Waskita mewakili Kepala Dinas PUPR Sragen Marija saat berbincang dengan <em>Solopos.com</em> di kantornya, Rabu (4/4/2018), membenarkan adanya MoU tersebut. Dia menyampaikan MoU antara Dinas PUPR dengan TP4D Kejari itu ditandatangani Kajari dan Kepala DPUPR Sragen.</p><p>Dia mengatakan baru tahun ini semua proyek di Dinas PUPR Sragen diawasi TP4D. Pengawasan yang dilakukan TP4D nanti, ujar dia, dilakukan mulai dari perencanaan, pelelangan, pelaksanaan, hingga selesai pekerjaan.</p><p>&ldquo;Pendampingan TP4D itu dilakukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Dengan pendampingan TP4D tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kalau tahun lalu baru pekerjaan di Bina Marga, pada 2018 ini semua pekerjaan di bina marga, sumber daya alam [SDA], dan penataan ruang,&rdquo; jelasnya.</p><p>Bambang menyampaikan dengan pendampingan dan pengawasan TP4D, kasus molornya pekerjaan atau tidak selesainya pekerjaan tidak perlu terjadi lagi. Pekerjaan infrastruktur jalan, kata dia, benar-benar berkualitas dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat umum.</p><p>Dia mengatakan pengalaman dengan TP4D pada 2017 cukup membuat jera rekanan. Dia mencontohkan kasus pembangunan jalan di Mondokan yang nyaris diputus kontrak.</p><p>&ldquo;Tetapi dengan komunikasi dan pendekatan yang intensif dengan rekanan akhirnya rekanan bisa menyelesaikan pekerjaannya,&rdquo; ujarnya.</p><p>Sejumlah pekerjaan yang didampingi TP4D di antaranya berada di Bidang Sumber Daya Alam sebanyak 30 paket dengan total dana Rp15 miliar. Bambang menyampaikan pekerjaan di SDA yang didampingi TP4D di antaranya pekerjaan rehab jaringan daerah irigasi (DI), seperti di Piji, Karanganom, dan Nangsri.</p><p>Selain di SDA, kata Bambang, proyek di Bina Marga yang terdiri atas 98 paket dengan total anggaran Rp304,739 miliar juga didampingi TP4D. Proyek di Bina Marga itu terdiri atas pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan jalan, serta pelebaran jembatan,&rdquo; ujarnya.</p><p><br /><br /></p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten