Jalur sisi selatan Jembatan Gambiran, Sine, Sragen, ditutup lantaran mengalami kerusakan dan berpotensi ambrol, pekan lalu. (Solopos-Kurniawan)

<p><strong>Solopos.com, SRAGEN</strong> -- Jembatan Gambiran di Sine, Sragen kota, nyaris ambrol dan sejak sepekan terakhir hanya dibuka satu lajur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen berencana mengajukan dana Rp2,5 miliar melalui mekanisme mendahului anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut.</p><p>Sepekan terakhir jembatan itu hanya dibuka satu lajur, yaitu lajur sisi utara. Sedangkan lajur selatan ditutup total lantaran rusak dan berpotensi ambrol bila dilalui kendaraan berat.</p><p>Kepala Dinas PUPR Sragen, Marija, saat diwawancarai wartawan, Rabu (4/4/2018), mengatakan sedang menghitung kebutuhan riil anggaran perbaikan jembatan secara menyeluruh. Tapi berdasarkan estimasi sementara dibutuhkan Rp2,5 miliar untuk perbaikan segera jembatan itu.</p><p>"Perkiraan butuh Rp2,5 miliar. Kemungkinan nanti melalui mendahului anggaran," ujar dia.</p><p>Marija menekankan pentingnya perbaikan Jembatan Gambiran segera dilakukan sebab kondisinya sudah darurat dan dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki masa mudik Lebaran. "Kami upayakan separuh jembatan sudah jadi, yang sisi selatan. Kalau yang sisi utara dilanjutkan perbaikannya sekalian setelah Lebaran. Itu murni karena tonase kendaraan yang lewat," kata dia.</p><p>Menurut Marija, usia Jembatan Gambiran sekitar 40 tahun. Tapi kerusakan lebih diakibatkan banyaknya kendaraan bertonase puluhan ton yang lewat. Padahal kapasitas tonase hanya 20 ton.</p><p>"Sebenarnya kelas jembatan itu kan 20-an ton saja. Tapi pada praktiknya kendaraan yang lewat sampai 80-an ton. Makanya bagian jembatan yang rusak yang sisi selatan kan itu," urai dia.</p><p>Terpisah, anggota Komisi III DPRD Sragen, Muhammad Harris Effendi, saat diwawancarai wartawan menyayangkan kegagalan Dinas PUPR mendeteksi secara dini potensi kerusakan Jembatan Gambiran. Menurut dia, mestinya Dinas PUPR mempunyai data kondisi jembatan dan jalan yang rusak berdasarkan kategorinya.</p><p>"Pemkab kecolongan. Ini bukti lemahnya database infrastruktur di Dinas PUPR," seru dia.</p><p>Politikus Partai Golkar tersebut mendesak Dinas PUPR segera menginventarisasi seluruh jembatan di Sragen. Tujuannya menyusun database kondisi jembatan-jembatan di Bumi Sukowati.</p><p>"Cek seluruh kondisi jembatan. Jangan-jangan ada beberapa jembatan lain yang kondisinya juga mengkhawatirkan seperti Jembatan Gambiran. Kalau memang rawan ambrol ya perbaiki," pinta dia.</p><p>Ihwal rencana pengajuan mendahului anggaran Rp2,5 miliar untuk perbaikan Jembatan Gambiran, menurut Harris tak masalah. Yang terpenting jembatan segera ditangani.</p><p><br /><br /></p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten