INFRASTRUKTUR SRAGEN : Baru 90% Dibangun, Jembatan Kalimacan Sudah Ambrol
Kepala Dusun (Kadus) III, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Rusmanto, mengamati ambrolnya bekas kerangka jembatan yang baru dibangun awal bulan lalu. Foto diambil Selasa (20/12/2016). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Infrastruktur Sragen, jembatan antardusun di Desa Kalimacan ambrol akibat diterjang banjir.

Solopos.com, SRAGEN -- Jembatan penghubung antardusun di Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, yang baru dibangun awal bulan lalu sudah ambrol akibat diterjang banjir pada Jumat (16/12/2016).

Pantauan Solopos.com di lokasi, Selasa (20/12/016), kerangka beton badan jembatan itu sudah hilang lantaran ikut hanyut terbawa arus air. Tiang penyangga kerangka beton badan jembatan yang terbuat dari bambu juga sudah raib dari tempatnya.

“Jumat pagi kerangka beton itu sudah jadi. Rencananya pada Minggu [18/12/2016] badan jembatan sudah mulai dicor. Akan tetapi, pada Jumat sore, terjadi banjir besar yang menghanyutkan tiang sekaligus kerangka beton pada jembatan itu,” kata Kepala Dusun (Kadus) III, Desa Kalimacan, Rusmanto, saat ditemui di lokasi.

Jembatan itu dibangun menggunakan dana desa senilai Rp116 juta. Pembangunan jembatan itu dilakukan secara gotong royong mulai Kamis (8/12/2016) lalu. Sebelum ada jembatan, warga sekitar biasa menyeberangi anak Kali Cemoro itu menuju sawah. Pada saat kali banjir, para petani terpaksa memutar arah sejauh satu kilometer menuju sawah mereka.

“Ini adalah jembatan baru yang punya peranan vital bagi kalangan petani. Kalau ada jembatan ini, petani bisa menggunakan kendaraan roda empat atau gerobak untuk membawa hasil panen dengan jarak tempuh yang lebih dekat,” ujar Rusmanto.

Selain menjadi akses bagi petani, jembatan itu menjadi penghubung perkampungan di RT 012 Dusun Plosorejo dan RT 013 Dusun Malang. Jembatan itu juga bisa menjadi jalur alternatif menuju Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Boyolali. “Bisa dibilang ini adalah jalur tembus atau jalur alternatif menuju wilayah Boyolali,” terang Rusmanto.

Kerugian akibat ambrolnya jembatan itu diperkirakan mencapai Rp20 juta. Anggaran untuk membangun jembatan itu dipastikan membengkak dari Rp116 juta menjadi Rp136 juta. Pembangunan jembatan yang baru mencapai 90% itu sudah menelan dana sekitar Rp90 juta.

“Kami sudah bermusyawarah dengan warga, rencana pembangunan jembatan ini tetap kami lanjutkan. Tambahan anggaran dananya akan dicarikan melalui swadaya masyarakat. Masyarakat yang tidak bisa iuran bisa menyumbangkan tenaga. Kalau dirupiahkan, tenaga dari masyarakat itu mencapai Rp22 juta,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kalimacan, Rodli Slamet.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom