Infrastruktur Solo: Pengerjaan Dihentikan, Peresmian JPO Depan RSUD dr. Moewardi Molor Setahun
Kondisi JPO di Jl. Kol. Sutarto, Jebres, Solo, yang pengerjaannya dihentikan Pusjatan, Jumat (6/4/2018) sore. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO -- Proyek pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jl. Kolonel Sutarto depan RSUD dr. Moewardi, Jebres, Solo, kini terhenti. Akibatnya, JPO yang sedianya diresmikan akhir Desember 2017 lalu, molor hingga Desember 2018 mendatang.

Proyek itu dihentikan karena di tengah pelaksanaan proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku penyedia proyek memutus kontrak kerja sama dengan PT Murni selaku penyedia jasa konstruksi proyek.

Alasannya, PT Murni dianggap tak mampu bekerja dengan baik sesuai standar dan time schedule yang dibuat Pusjatan. Kabid Program dan Evaluasi Pusjatan, Joko Purnomo, mengatakan proyek pembangunan JPO di Jl. Kol. Sutarto awalnya ditarget rampung pada Desember 2017.

Namun, sebelum proyek selesai, Pusjatan melihat kontraktor pemenang lelang tak mampu bekerja dengan bagus. Pusjatan akhirnya memutus kontrak PT Murni. Dia menjelaskan proyek pembangunan JPO tak bisa langsung dikerjakan lagi setelah adanya kebijakan itu.

Joko menerangkan ada mekanisme administrasi yang mesti dilalui terlebih dahulu oleh Pusjatan untuk bisa melanjutkan pembangunan JPO. Proses administrasi itu bahkan hingga kini belum selesai dilewati Pusjatan.

Dia menyebut Inspektorat kini masih menilai hasil kerja PT Murni untuk menentukan berapa dana yang mesti dibayarkan ke kontraktor sesuai progres pekerjaan. Baru setelah dilakukan pembayaran ke kontraktor, Pusjatan bisa melanjutkan pembangunan JPO.

Joko yakin proses administrasi tersebut bakal selesai dalam waktu dekat. Pusjatan menargetkan proyek pembangunan JPO bisa dilanjutkan lagi setelah Lebaran pada Juni 2018 dan harus rampung pada Desember 2018 .

Dia memastikan Pusjatan kini telah mengantongi anggaran untuk melanjutkan pembangunan JPO. Karena waktu yang sudah mepet, Pusjatan tidak akan melelangkan pekerjaan lanjutan pembangunan JPO.

“Kami targetkan 2018 proyek kudu selesai, wajib! Proyek tidak akan dilelangkan. Nanti diakukan swakelola saja. Yang dilelangkan kemungkinan nanti hanya paket pengadaan lift, lainnya swakelola. Artinya, Pusjatan akan melakukan manajerial langsung terkait pelaksanaan proyek. Untuk pengadaan material dan SDM, sistemnya kami nunjuk yang bisa,” kata Joko diwawancarai Solopos.com melalui telepon, Jumat (6/4/2018).

Joko menyatakan JPO akan dibangun dengan mengusung konsep awal, yakni ramah lingkungan atau Eco-JPU. Pekerjaan konstruksi rencananya dimulai dengan membangun fondasi Eco-JPO. Beberapa bagian jembatan penghubung antara sisi selatan dan utara Jl. Kol. Sutarto tersebut bakal disediakan area hijau dengan penyediaan vertical garden.

Bukan hanya itu, JPO bakal dilengkapi juga dengan instalasi panel tenaga surya atau solar cell. Energi listrik yang dihasilkan solar cell kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan operasional JPO. Jadi, JPO ini dapat dikatakan bisa menghidupi dirinya sendiri.

“Kami ingin membangun JPO percontohan. JPO akan kami bangun yang humanis, artinya nyaman untuk semua kalangan termasuk difabel. Eco-JPO ini akan dilengkapi dengan fasilitas ramp dan lift. Fasilitas ramp bakal tersedia di pintu masuk Eco-JPO di kompleks RSUD dr. Moewardi. Sedangkan lift bakal dipasang di pintu masuk sisi selatan atau depan Dealer Nissan,” jelas Joko.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom