INFRASTRUKTUR SOLO : Ini Dua Opsi Alternatif Desain Flyover Manahan
Lengangnya kawasan Flyover Palur saat Lebaran 2015, Jumat (17/7/2015). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Infrastruktur Solo, Pemkot menyiapkan dua opsi desain flyover Manahan.

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo terus mematangkan rencana pembangunan jalan layang atau flyover di perlintasan kereta api Manahan yang menelan anggaran Rp30 miliar pada tahun depan. Dua alternatif desain disiapkan sekaligus rekayasa lalu lintas dalam merealisasikan flyover tersebut.

Saat ini, Pemkot masih menunggu penyelesaian penyusunan detail engineering design (DED). Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, mengatakan ada dua alternatif desain yang disiapkan. (Baca juga: Proyek Flyover Manahan Dijanjikan Rampung Setahun)

Desain tersebut terkait awal dan berakhirnya tanjakan pembangunan flyover. Opsi pertama awal flyover dari patung Manahan dan berakhir di lampu merah perempatan Kota Barat. Sedangkan opsi kedua, awal flyover di patung Manahan dan berakhir di Masjid Kota Barat.

“Kalau berakhirnya di lampu merah Kota Barat, tanjakannya agak tinggi. Tapi kalau berakhirnya di sekitar Masjid Kota Barat sedikit landai,” jelas Sita ketika berbincang dengan wartawan di Loji Gandrung, Minggu (25/12/2017).

Dua opsi tersebut kini masih dimatangkan dan dikaji lebih lanjut, termasuk kajian dalam rekayasa lalu lintasnya. Untuk membahas rekayasa ini, Sita segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo.

Sita mengatakan masih menunggu penyelesaian penyusunan DED sebelum membahas lebih lanjut terkait pembangunan flyover. “Panjang flyover nanti tergantung akhirannya. Apalagi rencananya di bagian utara, jalan layang bisa membentuk letter Y dari Kota Barat ke Jl. M.T Haryono dan Jl. Adisucipto. Tapi kami tidak tahu nanti anggarannya cukup atau tidak,” kata dia.

Sita menyampaikan Pemkot menyiapkan anggaran Rp30 miliar dalam APBD 2017 untuk pembangunan flyover Manahan. Terkait bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan flyover Manahan, Sita mengaku belum mengetahui kepastiannya.

Sesuai rencana pembangunan flyover Manahan akan dibangun setahun jadi. Proses lelang segera dikerjakan setelah penyusunan DED rampung.

“Kalau DED selesai, kami langsung lelangkan. Toh ini masih Desember, masih fokus ke pekerjaan akhir tahun tutup anggaran,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan segera menemui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna memastikan bantuan anggaran untuk pembangunan flyover Manahan. Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan sesuai hasil pertemuan dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan, pembangunan flyover Manahan masuk dalam kegiatan rancang bangun program Kemenhub.

Artinya perencanaan hingga pembangunan dianggarkan oleh Kemenhub. “DED memang yang membuat pemerintah pusat. Jadi mestinya anggaran untuk pembangunan juga dari pusat. Tapi Pemkot sudah telanjur menganggarkan Rp30 miliar untuk flyover Manahan di 2017,” kata dia.

Rudy mengatakan jika pembangunan flyover akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, anggaran Pemkot akan tetap berada di kas daerah. Namun sebaliknya jika pusat tidak mengalokasikan anggaran itu, Rudy mengatakan pembangunan flyover akan memakai APBD Kota Solo.

Rudy hanya berharap pusat mengucurkan tambahan anggaran untuk pembangunan flyover Manahan. “APBD itu kan hanya mengalokasikan Rp30 miliar, padahal kebutuhannya sekitar Rp42 miliar. Nah sisanya ini kami harap dibantu pusat. Karena rencananya ada tiga terowongan yang dibangun, yaitu terowongan kereta api, Jl. Hasanuddin, dan Jl. Samratulangi,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom