Ilustrasi jalan rusak (Solopos)

<p><strong>Solopos.com, KLATEN &ndash;</strong> Penambalan jalan rusak di sejumlah ruas ditargetkan dimulai dua pekan sebelum Lebaran tiba. Saat ini, pemkab <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180417/493/910773/pengisian-perangkat-desa-klaten-diawasi-kejari">Klaten</a> masih melakukan proses pengadaan material penambalan.</p><p>Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari <em>lpse.klatenkab.go.id</em>, pemkab <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180416/493/910725/pilgub-jateng-2018-kpu-klaten-simulasi-pencoblosan-di-bawah-air">Klaten</a> mulai mengadakan lelang pengadaan bahan untuk pemeliharaan jalan seperti untuk wilayah kota senilai Rp128,4 juta, Delanggu senilai Rp132,1 juta, Jatinom senilai Rp86,1 juta, Pedan senilai Rp138,5 juta, serta Jogonalan senilai Rp75,5 juta. Selain itu, pengadaan cadangan material senilai Rp102,2 juta dan aspal senilai Rp1,3 miliar mulai memasuki tahap lelang.</p><p>&ldquo;Ada yang nilainya di bawah Rp200 juta kami lelangkan agar lebih fair dalam pengadaannya,&rdquo; kata Plt. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Suryanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/4/2018).</p><p>Suryanto mengatakan proses pengadaan material sudah memasuki tahap lelang. Melalui proses itu, ditargetkan dua pekan sebelum Lebaran atau akhir Mei mendatang proses pemeliharaan jalan dengan penambalan jalan rusak sudah dilakukan. &ldquo;Kami prioritaskan kerusakan jalan di jalur vital dan diperkirakan kerap dilalui kendaraan saat arus mudik,&rdquo; tutur dia.</p><p>Pada APBD Klaten 2018, pemeliharaan jalan mendapat alokasi anggaran senilai Rp4,1 miliar. Dana itu diperkirakan bisa untuk melakukan penambalan jalan sepanjang 40 km.<br />Suryanto menjelaskan untuk sementara proses penambalan secara insidental belum bisa dilakukan lantaran material yang tak mencukupi. Pada APBD Perubahan 2017, ada alokasi dana untuk pengadaan material guna penambalan jalan. Namun, setelah dilakukan berulang kali lelang tak ada peminat hingga anggaran kembali ke kas daerah. &ldquo;Kalau misalnya ada cadangan material, kami bisa segera menangani jalan-jalan yang rusak,&rdquo; urai dia.</p><p>Kepala DPUPR Klaten, Tajudin Akbar, mengatakan sejumlah proyek peningkatan jalan juga sudah mulai memasuki tahap lelang. Proyek itu seperti peningkatan jalan Prawatan-Nangsri dengan alokasi anggaran sekitar Rp3,4 miliar, peningkatan jalan Nangsri-Tanjungsri Rp3,9 miliar, peningkatan jalan Pasar Kembang-Dompol Rp4,8 miliar, serta peningkatan jalan Manisrenggo-batas DIY Rp1,9 miliar.</p><p>Terkait penambalan jalan rusak di <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180415/493/910213/124-sertifikat-tanah-di-kalitengah-klaten-dibagikan">Klaten</a>, Tajudin mengatakan selama ini banyak keluhan warga soal kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten yang rusak. Ia mengatakan penambalan belum bisa serta merta dilakukan lantaran tak tersedia material. &ldquo;Kalau material sudah ada, segera kami kirimkan ke cabang untuk dilakukan penambalan. Perkiraan memang dua pekan sebelum Lebaran itu sudah ada kegiatan penambalan jalan rusak,&rdquo; katanya.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten