Tutup Iklan
INFRASTRUKTUR KLATEN : Dapat Bantuan Presiden, Dukuh Terpencil Girpasang Dibuatkan Sling Melintasi Jurang
Polisi mengikat tali untuk menarik wadah di jembatan angkutan barang yang menghubungkan Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin, Desa Tegalmulyo, Kemalang, pekan lalu. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Infrastruktur Klaten, warga Tegalmulyo membangun sling menuju Girpasang.

Solopos.com, KLATEN -- Warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, segera membangun sling atau jerat untuk muatan untuk mempermudah pengangkutan barang dari atau menuju perkampungan terpencil yakni Dukuh Girpasang.

Pembangunan sling menggunakan dana dari Bantuan Presiden (Banpres). Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan Banpres senilai Rp67 juta diterima pada Juli lalu setelah pemerintah desa mengajukan proposal ke Sekretariat Negara.

Untuk kali kedua, Desa Tegalmulyo mendapatkan Banpres. Sebelumnya, Banpres yang diterima senilai Rp195 juta untuk menggali serta medistribusikan air dari sumber mata air Kali Krasak pada Maret lalu.

“Banpres kali ini untuk membuat sanitasi, renovasi bak penampungan air, serta pembuatan sling,” kata Sutarno saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (12/9/2017).

Dukuh Girpasang berada di antara jurang sedalam 100 meter yang memisahkan dukuh tersebut dengan dukuh lainnya di Tegalmulyo. Girpasang hanya bisa diakses melalui jalan setapak dan ratusan anak tangga yang berkelok-kelok di tepi jurang.

Jarak tempuh jalan setapak menuju dukuh itu sekitar 1,5 km. Girpasang dihuni secara turun temurun dan saat ini 12 keluarga tinggal di dukuh yang berjarak 4 km dari puncak Merapi itu.

Akses jalan menyusuri jurang, alam yang masih asri, serta keramahan warga setempat belakangan membuat warga dari berbagai daerah berdatangan ke Girpasang. Sutarno mengatakan sling rencananya dibangun antara Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin.

Fungsi utama sling mengangkut barang dari atau menuju Girpasang. Sling yang dibangun secara horizontal di antara dua dukuh itu mampu mengangkut beban lebih dari 1 kuintal.

Sekitar tiga bulan lalu, warga membangun sling secara swadaya. Sling dimanfaatkan untuk mengangkut barang warga Girpasang seperti rumput, arang, hingga kambing.

“Sling yang dibangun warga itu bersifat sementara. Melalui Banpres, kami kembali membangun sling yang lebih kuat sehingga pengiriman barang ke Girpasang lebih mudah,” urai dia.

Salah satu warga Desa Tegalmulyo, Danar, mengatakan sling yang dibangun warga sepanjang 150 meter melintasi jurang. “Biasanya warga Girpasang menyunggi barang bawaan. Kebanyakan yang dibawa warga setiap hari itu rumput untuk pakan ternak,” ungkapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho