Beberapa warga desa yang hendak menguburkan mayat harus menerjang derasnya air sungai sembari memikul keranda untuk mencapai area permakaman di Dusun Cipluk, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (Facebook.com-Tan GueVara)

Infrastruktur di Kabupaten Kendal menjadi masalah serius dan menjadi sebab utama warga mengeluhkan kinerja pemerintah desa hingga pemerintah provinsi.

Jalan tak layak mirip kubangan di Dusun Cipluk, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (Facebook.com-Tan GueVara)
Jalan tak layak mirip kubangan di Dusun Cipluk, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (Facebook.com-Tan GueVara)

Solopos.com, KENDAL – Infrastruktur di Kabupaten Kendal menjadi sorotan warga Kendal, khususnya warga Dusun Cipluk, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Berawal dari unggahan seorang warga yang menjadi anggota grup Facebook Kabupaten Kendal, foto kondisi desa yang memprihatinkan menjadi viral di antara anggota grup, Senin (8/11/2016) malam.

Jalan tak layak mirip kubangan di Dusun Cipluk, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (Facebook.com-Tan GueVara)
Jalan tak layak mirip kubangan di Dusun Cipluk, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. (Facebook.com-Tan GueVara)

Anggota grup Facebook Kabupaten Kendal yang menggunakan akun Tan GueVara itu mengunggah tiga foto yang menggambarkan fasilitas akses masuk dan keluar desa. "Kendal Permata Pantura, Lurahe Joss, Camate Joss, Bupatine Joss, Wargane sabarr... Cipluk Sidokumpul Patean," sindirnya kepada jajaran pemerintah bersamaan dengan unggahan fotonya.

Tiga foto itu menunjukkan jalan keluar-masuk desa yang memprihatinkan. Satu foto di antaranya menunjukkan kegiatan warga yang terganggu, hingga saat ingin mengubur warga yang meninggal dunia pun harus menerjang derasnya air sungai sembari memikul keranda untuk mencapai area permakaman. Tak perlu waktu lama, foto tersebut dibanjiri ratusan komentar anggota grup Facebook yang menanggapinya dengan hal senada.

"Lurahe turu, camate turu, bupatine yo turu, lan wargane ngimpi dalane wes aspalan ireng [Lurahnya tidur, Camatnya tidur, Bupatinya juga tidur, dan warganya mimpi jalan sudah diaspal]," sindir akun Armi Nuri dalam komentar.

Sebagian besar netizen yang menjadi anggota grup Facebook Kabupaten Kendal itu pun mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kinerja pemerintah desa hingga pemerintah provinsi. Mereka juga menilai Kepala Desa Sidokumpul tak pernah menepati janji memperbaiki infrastruktur wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Pemilik akun Kres Anik mengungkapkan hal yang mengejutkan dalam komentar. Ia menceritakan mengenai tetangganya yang menikah dengan warga Dusun Cipluk dan bercerai setelah sebulan menikah. Ia mengungkapkan sebab perceraian itu karena sang istri tak mau tinggal di Dusun Cipluk dengan alasan akses dan infrastruktur desa yang memprihatinkan.

Sementara itu, di media sosial Twitter, netizen yang menggunakan akun @ricky_adien melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. "Pak ada solusi untuk desa kami? Cipluk Sidomukti Kendal," kicaunya ke akun sang gubernur @ganjarpranowo dengan mengunggah beberapa foto yang sama dengan grup Facebook Kabupten Kendal.

Gubernur menanggapi dengan cepat, namun hanya melempar pertanyaan tersebut ke akun Twitter Bupati Kendal Mirna Annisa @mirnasa_dr. Hasil print-screen balasan dari sang gubernur itu pun kemudian diunggah ke grup Facebook Kabupaten Kendal oleh Tan GueVara dan menjadi bahan perbincangan serta kritikan mengenai kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten