"""
<p><em>Infrastruktur Karanganyar, omzet pelaku usaha di sekitar flyover Palur belum pulih meski flyover Palur sudah beroperasi kurang lebih setahun.</em></p>\n
<p><strong>Solopos.com, KARANGANYAR</strong> &#8212; Omzet para pelaku usaha di sekitar <em>flyover</em> Palur menurun drastis sejak jalan layang tersebut dibangun beberapa tahun lalu. Hingga saat ini, omzet mereka belum juga pulih meski <em>flyover</em> tersebut sudah beroperasi satu tahun.</p>\n
<p><em>Flyover</em> Palur diresmikan pada April 2016 lalu. Penyedia jasa parkir di depan Toko Mulia Palur, Ratmin, 45, mengatakan ada perbedaan penghasilan antara sebelum dan sesudah ada <em>flyover.</em> Sebelum ada <em>flyover,</em> Ratmin mampu mengantongi uang minimal Rp30.000 per hari. Setelah <em>flyover</em> difungsikan, penghasilan Ratmin maksimal Rp30.000 per hari.</p>\n
<p>“<em>Flyover</em> Palur ini membuat pengguna jalan yang ingin melaju dari Solo-Karanganyar, langsung naik ke atas [<em>flyover</em>]. Jalan di depan toko [jalur Solo-Sragen] menjadi jalur cepat juga. Pengguna jalan yang ingin ke toko atau sekadar memarkir sepeda motor menjadi sedikit karena kondisinya kurang mendukung,” kata Ratmin saat ditemui <em>Solopos.com</em> di Palur, Ngringo, Jaten, Selasa (30/5/2017).</p>\n
<p>Hal senada dijelaskan penjual sepeda di sebelah utara <em>flyover</em> Palur, Kristanto, 65. Berubahnya kondisi jalan di bawah <em>flyover</em> atau jalan Solo-Sragen menjadi jalur cepat sangat memengaruhi usaha yang digelutinya. “Pembelinya jadi berkurang. Sebelum ada <em>flyover,</em> saya bisa menjual sepeda angin eceran minimal dua unit per hari. Berhubung ada <em>flyover</em> ini, sepeda angin yang terjual rata-rata satu unit per hari,” katanya.</p>\n
<p>Tokoh masyarakat Palur, Prapto Koting, mengatakan penurunan omzet para pelaku usaha di sekitar <em>flyover</em> sudah diprediksi saat pembangunan berlangsung. Prapto Koting berharap pemerintah turun tangan memikirkan nasib pelaku usaha di sekitar <em>flyover.</em></p>\n
<p><em>“</em>Begitu ada pembangunan <em>flyover</em> memang sudah terlihat ada penurunan omzet. Semoga hal ini juga menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten untuk mencari cara agar usaha di sekitar <em>flyover</em> dapat ramai,” katanya.</p>\n
<p><em>Flyover</em> Palur diresmikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, April 2016 itu. Panjang <em>flyover</em> itu 650 meter. Panjang jembatan dari rel kereta api (KA) Palur ke arah barat mencapai 325 meter. Sedangkan panjang jembatan dari rel KA ke arah timur 325 meter. Lebar <em>flyover</em> yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan Palur itu mencapai 11 meter.</p>\n
"""