INFRASTRUKTUR JATIM : Lahan di Kediri Paling Siap Dibangun Bandara
Foto ilustrasi bandara (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Infrastruktur Jatim, dari banyak pilihan, lahan di Kediri dinilai paling siap untuk dibangun bandara.

Solopos.com, SURABAYA — Bandar udara di wilayah selatan Jawa Timur (Jatim) hampir pasti akan dibangun di Kediri. Alasannya, lahan yang tersedia di Kediri dinilai paling siap ketimbang lahan yang tersedia di sejumlah daerah lainnya.

Sebelumnya, Tulungagung menjadi salah satu wilayah yang disurvei sebagai tempat pembangunan bandara.

Namun demikian, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jatim Budi Setiawan masih enggan menyebutkan wilayah yang akan dibangun bandara di Kediri secara lebih rinci untuk mencegah kenaikan harga tanah.

“Nantinya, bandara di Kediri akan meng-cover Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan sekitarnya. Lokasi tepatnya saya belum bisa bicara karena bisa memicu kenaikan harga tanah, seperti di Tulungagung kemarin. Ternyata, pindah ke Kediri,” ujarnya di Surabaya belum lama ini.

Budi menuturkan saat ini masih dilakukan pra feasibility study atau studi kelayakan untuk menentukan di mana titik yang tepat untuk bandara yang bakal mempercepat integrasi antara Batu, Kediri, Sukorejo, dan Pasuruan ini. Nantinya, pra feasibility study ini akan dinilai oleh Kementerian Perhubungan untuk bisa menjadi feasibility study.

Untuk mendukung konektivitas antardaerah, selain dibangun bandara baru, Pemerintah Provinsi Jatim juga akan membangun jalur tol Sukorejo-Batu dan Batu-Kediri. Budi menyebutkan di sekitar bandara dan tol tersebut terdapat kurang lebih 60 titik objek wisata.

"Nanti, Kediri ada bandara, Malang ada bandara, aksesnya nyambung. Kediri bisa langsung ke Surabaya lewat Kertosono, aksesibilitas jadi efisien, terjadi perkembangan antar wilayah, dan disparitas akan berkurang," katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Budi, mengupayakan pada 2021 beberapa proyek jalan tol yang dicanangkan bisa rampung. Salah satu proyek jalan tol yang diprioritaskan adalah jalur Gresik-Tuban karena menyambungkan dengan wilayag Demak dan Pati di Jawa Tengah. Di kawasan ini, banyak terdapat kawasan industri sehingga membutuhkan fasilitas jalan tol untuk menunjang mobilitas.

Sedangkan menjelang hari raya Lebaran, jalur tol Mojokerto dan Kertosono yang tengah dalam proses direncanakan dapat digunakan satu jalur terlebih dahulu. Pada akhir tahun depan, jalur ini diperkirakan sudah selesai.

Sebelumnya, lokasi awal pembangunan bandara baru adalah di wilayah Tulungagung. Namun, Direktur Bandara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul mengatakan kondisi lahannya tidak memungkinkan.

“Kami survei dua daerah, Tulungagung dan Trenggalek. Nah, kalau Tulungagung itu enggak bisa karena kondisi lahannya. Konturnya itu berada di puncak, nanti kalau mau nguruk bagaimana?” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan wacana membuka jalur penerbangan sipil di selatan Jawa oleh pemerintah pusat membuka kemungkinan untuk dibangunnya infrastruktur transportasi udara di selatan Jatim.

Rencananya, bandara akan dibiayai APBN senilai Rp700 miliar dengan jangka waktu dua tahun. Pembangunan bandara merupakan tindak lanjut atas penyampaian surat pernyataan bersama delapan kepala daerah kepada Menkopolhukam pada tahun lalu.

Delapan kepala daerah tersebut adalah Bupati Madiun Muhtarom, Bupati Magetan Sumantri, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Bupati Pacitan Indartato, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Bupati Blitar Rijanto, dan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho