INFRASTRUKTUR JATIM : Jalur Trenggalek-Madiun Berdampak Ekonomi Tinggi, Benarkah?
ilustrasi jembatan (JIBI/Solopos/Aries Susanto)

Infrastruktur Jatim segera dibangun menghubungkan Trenggalek dan Madiun. Benarkan berdampak ekonomi tinggi?

Solopos.com, TRENGGALEK — Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengapresiasi wacana pemerintah membangun infrastruktur jalan dan jembatan, mulai dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi hingga Kabupaten Madiun. Jalur jalan penghubung Trenggalek-Madiun itu diyakini bakal berdampak ekonomi sangat tinggi.

"Kami dengar wacana itu mulai digulirkan pemerintah melalui Kementerian PU untuk mempermudah akses dan distribusi barang dari Pelabuhan Nusantara Prigi ke luar kota," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, Syuhada Abdullah, di Trenggalek, Jumat (22/5/2015).

Karena itulah, ia berharap proyeksi pembangunan jalan nasional dari Pelabuhan Prigi hingga Madiun benar-benar terwujud. Selain meringankan beban tanggungan daerah dalam merawat infrastruktur dari wilayah Kecamatan Durenan hingga Watulimo, lanjut Syuhada, pelebaran akses jalan dan jembatan di jalur nasional akan mendorong percepatan arus investasi di sekitar wilayah pelabuhan.

"Dulu sudah ada calon investor dari Tiongkok yang mau membangun industri perikanan di sekitar Pelabuhan Prigi, Watulimo. Namun urung karena akses jalannya tidak bagus," katanya.

Syuhada menambahkan, percepatan pembangunan di pesisir selatan Trenggalek bakal kian pesat apabila proyek jalan lingkar Selatan (JLS) dari Kabupaten Pacitan hingga Malang-Jember-Banyuwangi terwujud. Sebab, menurut dia alternatif jalur yang bisa ditempuh sarana angkutan darat semakin banyak.

Arah Solo
Bukan hanya melalui jalur lintas selatan ke arah barat menuju Solo dan Jogja atau arah timur menuju Malang-Banyuwangi, tetapi juga bisa menempuh jalan nasional menuju arah Pantura melalui Madiun. Saat ini, kondisi jalan menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi memang belum ideal.

Kendati pemerintah daerah telah melakukan sejumlah perbaikan dengan melapisi aspal hotmix, jalan kabupaten sepanjang 15 kilometer yang melewati perbatasan Tulungagung di Kecamatan Bandung itu tergolong sempit untuk dilalui kendaraan besar seperti bus, truk kontainer hingga trailer pengangkut alat berat. Akibatnya, arus barang dan aneka hasil kelautan dari Pelabuhan Prigi untuk volume besar harus diangkut secara estafet.

Caranya, barang atau produk kelautan diangkut lebih dulu dari pelabuhan ke lokasi parkir truk kontainer di dataran yang ada di perbatasan Trenggalek-Tulungagung menggunakan truk kecil atau pikap. "Pengambilalihan jalan kabupaten Prigi-Bandung-Durenan menjadi jalan nasional akan membuat arus ekonomi di wilayah selatan bakal tumbuh pesat," ujarnya.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho