INFRASTRUKTUR JATIM : Emil Dukung Bandara Dibangun di Tulungagung Selatan
ilustrasi

Infrastruktur Jatim rencananya dilengkapi bandara di bagian selatan.

Solopos.com, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak meyakini Kabupaten Tulungagung tepat menjadi lokasi pembangunan bandara perintis untuk penerbangan komersial.

Sebab, kabupaten itu dianggap strategis dan berada di tengah delapan daerah pengusul pembangunan bandara komersial di wilayah Jawa bagian selatan.

"Tulungagung Selatan cukup sentral lokasinya karena berada di tengah-tengah dan bisa dijangkau dengan mudah oleh kabupaten/kota yang ada wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun," kata Emil Elestianto Dardak, Minggu (17/7/2016).

Dia menegaskan titik lokasi bandara yang strategis adalah di Tulungagung selatan. Alasannya, kata dia, dengan terbukanya jalur lintas selatan mulai Jateng-Pacitan hingga Blitar dan Malang dalam lima tahun ke depan akses bandara komersial di Tulungagung akan mudah dijangkau semua daerah.

Terlebih, kata dia, pemerintah saat ini telah memulai tahapan pembangunan jalur koridor selatan dan jalur lingkar wilis sebagai program jangka menengah nasional sehingga akses antardaerah termasuk dengan Madiun-Nganjuk dan Magetan lebih mudah dijangkau.

Suami artis Arumi Bachsin itu menambahkan delapan kepala daerah pengusul belum bermufakat soal lokasi pendirian bandara.

"Persisnya memang belum ada, tapi dulu pernah ada usulan bandara di Pacitan, Kediri, dan Blitar selain pemanfaatan Lanud Iswahyudi Magetan," kata Emil.

Bupati Emil Elestianto Dardak mengapresiasi langkah cepat Menko Polhukam dalam menindaklanjuti usulan pendirian fasilitas transportasi bandara udara yang disampaikan delapan bupati dan walikota di eks-Karesidenan Kediri dan Madiun.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Menko Polhukam, Menhub, Setkab, dan TNI paska menerima pernyataan bersama kami," kata Emil.

Emil menyatakan delapan kepala daerah yang menginisiasi pendirian bandara di wilayah selatan Pulau Jawa siap bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan terkait proyek tersebut.

Mereka adalah Bupati Madiun Muhtarom, Bupati Magetan Sumantri, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Bupati Pacitan Indartato, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Bupati Blitar Rijanto, dan dirinya sendiri.

Pada bagian lain, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Tulungagung Sudarmaji mengatakan pemerintahnya telah menyiapkan lahan khusus di Kecamatan Campurdarat, yang berada sebelah selatan Pantai Popoh dengan kondisi geografis landai dan terbuka.

Selain itu, lanjut Sudarmaji, lokasi tersebut juga hanya berjarak lima kilometer dari jalur lintas selatan (JLS). "Jadi sangat strategis jika dijadikan bandara," kata dia.

Namun diakui Sudarmaji saat ini status lahan yang dimaksud masih tercampur dengan kas desa dan perorangan warga.

"Pemerintah daerah menjamin tak ada kendala dalam pembebasannya nanti karena berdampak besar bagi perekonomian warga," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengumumkan rencana pembangunan bandara baru di Jawa Timur.

Rencananya, bandara tersebut akan kelar diselesaikan dalam dua tahun pembangunan dengan anggaran Rp700 miliar dari APBN.

Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut atas penyampaian surat pernyataan bersama delapan kepala daerah kepada Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung di Ponorogo Ramadan lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho