Ilustrasi pembangunan jalan

Pembangunan infrastruktur jalur wisata Solo-Selo-Boyolali (SSB) akan dihentikan sementara 10 hari sebelum Lebaran.

Solopos.com, BOYOLALI—Pekerjaan perbaikan atau rehab (pengecoran) jalan pada jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) akan dihentikan sementara pada H-10 hingga H+8 Lebaran. Penghentian itu dilakukan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas jalur Boyolali hingga Magelang tersebut.

Pengawas proyek dari Bina Marga Jawa Tengah (Jateng) Sumarwan mengatakan, penghentian itu didasarkan atas instruksi agar pada H-10 Lebaran seluruh proyek perbaikan jalur harus dihentikan sementara.

"Selain dihentikan aktivitas pekerjaannya, jalan juga harus bersih dari material proyek agar tak mengganggu arus kendaraan selama Lebaran yang diprediksi ramai," kata Sumarwan kepada Solopos.com, Sabtu (10/6/2017).

Penghentian ini tentu menyebabkan penundaan selama beberapa hari. Namun pihaknya optimis proyek perbaikan ini selesai tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari target penyelesaian yakni Oktober mendatang.

"Proyeknya berjalan sangat lancar. Sehingga meski dihentikan selama Lebaran, hal tersebut tak terlalu berpengaruh pada waktu target penyelesaian," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, perbaikan jalur SSB ini meliputi jalan sepanjang 7 kilometer. Saat ini paket proyek perbaikan jalur di wilayah Jrakah (Selo) yang mencapai 50 persen sudah diliburkan, sebab? kedua lajur sudah dibeton.

Bila pembetonan diteruskan hingga H-10 Lebaran justru dikhawatirkan tidak selesai dan akan menyebabkan perbedaan ketinggian jalan. Sebab proses betonisasi dilakukan per lajur, tak bisa kedua lajur secara bersamaan.

Sementara pengerjaan jalur SSB di wilayah Desa Selo terus dikebut agar kedua lajur selesai dibeton dan siap digunakan saat perbaikan dihentikan sementara.

"Diupayakan nanti saat Lebaran sudah tak ada perbedaan tinggi lajur, sebab hal itu akan membahayakan pengendara. Makanya, untuk proyek di Jrakah sudah kami hentikan dan yang di Selo terus kita kejar agar saat Lebaran tak ada perbedaan tinggi lajur," tambahnya.

Berdasarkan pantauan Solopos.com pekan lalu, pekerja terus melakukan pemasangan tulang besi sebelum pengecoran, pembuatan talud, serta penguatan tebing di beberapa sisi jalan.

Buka tutup jalur pun dilakukan untuk mengatur lalu lintas. Sedangkan saat ada pengecoran dengan mobil truk molen, jalur ditutup total hingga pengecoran selesai.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten