Pekerja menumpahkan tanah untuk menguruk talut Kadipiro, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Sabtu (23/9/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)

Infrastruktur Boyolali, pekerja terus mengebut rehab jalur SSB.

Solopos.com, BOYOLALI -- Proyek rehabilitasi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) ruas Selo-Jrakah, Kecamatan Selo, sepanjang 7 kilometer (km) hampir kelar. Sementara itu, dua pekerjaan talut yang tergolong berat masih dalam proses.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Sabtu (23/9/2017), jalan beton mulai jembatan Grawah hingga Jrakah sudah hampir seluruhnya selesai dikerjakan. Pengguna jalan bisa menikmati jalur mulus tersebut dengan nyaman meskipun masih ada jalan sepanjang sekitar 1 km di Jrakah yang belum selesai.

Selain itu, di beberapa lokasi pekerja masih menyelesaikan proyek talut dan saluran. Di Kadipiro, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, misalnya, pekerja masih menyelesaikan proyek talut.

Mandor lapangan proyek talut di Kadipiro, Andri Fadillah, 41, mengatakan pekerjaan itu ditarget selesai November. “November harus selesai dan sepertinya tercapai karena cuaca cukup mendukung,” kata pengawas yang membawahi 20 pekerja ini.

Talut dibangun untuk mengamankan jalur SSB dari kemungkinan longsor mengingat salah satu sisi jalan tersebut berhadapan langsung dengan jurang yang cukup dalam. Sementara itu, di Jurangjero dan kawasan jembatan gantung, Kecamatan Selo, pekerja juga masih menyelesaikan proyek talut.

Di kedua talut ini, jurang di salah satu sisi jalan tampak sangat curam dan dalam. Pengawas proyek dari Binamarga Jawa Tengah (Jateng), Sumarwan, mengatakan kedua proyek talut tersebut tergolong berat.

Talut dibangun pada tebing sisi jalan yang sangat curam. “Untuk talut di Jurangjero dan kawasan jembatan gantung ini termasuk berat karena tebing yang meyangga jalan sangat curam dan dalam sehingga proses penggalian dengan alat berat ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela mengawasi proyek.

Sementara itu, pembangunan jembatan Grawah yang ambrol Maret lalu baru akan dilakukan 2018. Kasi Wilayah 1 Balai Pelaksana Teknis Jalan Wilayah Surakarta pada Dinas Binamarga Ciptakarya Pemprov Jateng, Adi Prasetyo, mengatakan penganggaran untuk proyek itu melalui APBD Perubahan Provinsi Jateng 2017 tidak memungkinkan.

Meski enggan menyebut nominalnya, menurutnya anggaran untuk pembangunan jembatan baru cukup besar. “Sudah tidak mungkin melalui [APBD], jadi harapannya ada pada APBD murni 2018 karena anggarannya besar,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com beberapa waktu lalu di Colomadu, Karanganyar.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten