Solopos.com, SOLO -- Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Lombok Utara dan Barat, Minggu (5/8/2018) malam pukul 18.46 WIB, diiringi potensi tsunami. Hal ini karena magnitude gempa yang sangat besar dan pusat gempa yang berada di laut.

Pengukuran kekuatan gempa bumi yang paling dikenal luas adalah Skala Richter, yang dibuat oleh Charles F. Richter, peneliti di California Institute of Technology pada 1934.

Sistem skala yang lain adalah skala momentum atau yang biasa disebut Mw. Skala ini basis angkanya sama dengan Skala Richter, namun disebut jauh lebih akurat dan mampu mengukur kekuatan gempa dari yang paling lemah hingga yang paling kuat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten