Kategori: Solo

INFO MUDIK 2016 : Akhir Pekan Puncak Mudik di Solo, Pemudik Terus Meningkat


Solopos.com/Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos

Info mudik 2016 akhir pekan ini diperkirakan puncak mudik di Solo.

Solopos.com, SOLO—Puncak arus mudik Lebaran 2016 di Solo diproyeksi terjadi Sabtu-Minggu (2-3/7/2016). Mendekati puncak arus mudik Idul Fitri 1437 H, pengguna jalur alternatif Sragen-Surabaya via tol Solo-Kertosono, penumpang bus di Terminal Tirtonadi, serta volume kendaraan pribadi yang melintasi Kota Solo semakin meningkat.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, jumlah pengguna tol Solo-Kertosono melalui pintu masuk Klodran, pada hari pertama atau H-7 jumlahnya mencapai 350 kendaraan/hari. Pada Kamis (30/6) atau H-6, jumlahnya melonjak menjadi 640 kendaraan/hari.

Sedangkan pada Jumat (1/7/2016) atau H-5, jumlah pengguna bagian jalan tol trans Jawa tersebut, mulai pukul 06.00 WIB-15.00 WIB, mencapai 630 kendaraan.

Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya, David Wijayatno, menyatakan jumlah pengguna jalan tol yang beroperasi terbatas mulai pukul 06.00 WIB-17.00 WIB dan selama musim mudik berlaku searah dari barat ke timur pada H-7 sampai H2 Lebaran 2016 ini terus meningkat.

“Pada awal dibuka lalu memang belum terlalu ramai. Tapi jumlahnya terus mengalami peningkatan seiring peningkatan jumlah pemudik yang menuju ke arah timur,” jelas David, saat dihubungi Solopos.com, Jumat sore.

David menyebutkan pengelola jalan tol sudah siap 100% menyambut pemudik yang diprediksikan puncaknya terjadi pada akhir pekan ini. “Sesuai prediksi akhir pekan ini puncaknya. Tapi sejak awal kami sudah siapkan jalan tol untuk jalur alternatif mudik. Petugas patroli beroperasi nonsetop setiap setengah jam sekali. Kami juga tempatkan petugas jaga didukung petugas kepolisian dan Dishub,” terangnya.

Disinggung soal minimnya rambu penunjuk jalan yang mengarah ke pintu masuk tol di Klodran, Colomadu, Karanganyar, David mengakuinya. Dia menyebutkan pengguna jalur alternatif tersebut saat ini didominasi kendaraan pemudik dari arah barat.

“Rambu dari arah Solo memang masih minim. Kendaraan selama ini dominansi dari arah barat. Yang dari timur paling hanya 20%. Komposisi asal kendaraan juga dari Jabodetabek. Ada sekitar 40% mobil pelat B yang masuk tol. Sisanya kendaraan berpelat nomor Jawa Timur, Soloraya, dan lainnya. Kalau pada awal pembukaan lalu memang kebanyakan mobil berpelat nomor Soloraya,” bebernya.

Pada bagian lain, jumlah penumpang bus di Terminal Tirtonadi, sejak H-7 hingga H-5, jumlahnya terus mengalami peningkatan. Pada Kamis (30/6), jumlah bus datang tercatat 2.216 armada dengan menurunkan penumpang 27.305 orang, bus berangkat sebanyak 1.742 armada dengan mengangkut penumpang 19.728 orang, dan bus ekstra Lebaran 175 armada menurunkan penumpang 6.055 orang.
Jumlah penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi tercatat mengalami peningkatan 11.627 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat, meningkat 1.839 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, menjelaskan kenaikan jumlah penumpang di tempatnya disumbang dari pemudik dari arah barat serta rombongan 4.750 orang yang diangkut menggunakan 95 bus program mudik gratis dari PT Jasa Raharja, Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Joko mengatakan pada puncak arus mudik Lebaran 2016, diprediksi sebanyak 70.000 penumpang bakal tiba di Terminal Tirtonadi pada Sabtu-Minggu atau H-4 dan H-3. Selain dari penumpang reguler, dijadwalkan sebanyak 3.026 peserta mudik gratis dari program Kementerian Perhubungan bakal tiba di terminal setempat, Minggu pagi.

Terkait antisipasi lonjakan penumpang pada puncak mudik, Joko menuturkan pengelola sudah ekstra antisipasi termasuk untuk menangani ribuan penumpang mudik gratis agar tidak terlantar di terminal. Sebelumnya, sejumlah penumpang mudik gratis dari PT Jasa Raharja terpaksa harus antre menunggu bus yang akan membawa mereka menuju daerah asal di Purwodadi dan Wonogiri.

“Kami antisipasi dengan kerja sama dengan lima PO yang memenuhi persyaratan laik jalan. Mereka yang punya bus pariwisata disiagakan di sini. Kalau penumpang reguler kedatangannya tidak serentak. Tapi penumpang mudik gratis harus diantisipasi agar tidak menumpuk. Kami juga siapkan skenario bus ke Purwodadi, Wonogiri, Sragen, Pacitan bisa berangkat awal untuk mengangkut mereka,” kata dia.

Sementara itu, penghitungan jumlah kendaraan resmi dari Dishubkominfo Solo menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Solo juga terus mengalami peningkatan menjelang puncak mudik yang diprediksi Sabtu-Minggu.

Data dari traffic counting Dishubkominfo Solo, menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Kota Solo pada H-7 tercatat sebanyak 419.044 kendaraan. Pada H-6, jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Kota Solo sebanyak 521.310 kendaraan.

“Kepadatan lalu lintas di dalam kota mulai terasa sejak Kamis atau H-6. Saya pantau kondisi di lapangan, banyak kendaraan dari Soloraya ke Solo untuk berbelanja kebutuhan lebaran di toko grosir, pasar, atau toko murah. Mal juga ramai tapi lebih ramai ke toko yang bisa dijangkau kalangan menengah ke bawah,” terang Sri Baskoro, Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Solo.

Baskoro menyebutkan diproyeksi lalu lintas keluar masuk Solo dari Jl. Slamet Riyadi Kerten, depan Solo Grand Mall, bunderan Purwosari, depan Solo Paragon Mall, depan Luwes Jl. Kapten Mulyadi, seputaran alun-alun utara, kawasan bisnis Coyudan, seputaran Pasar Nongko, depan Pasar Legi, serta persimpangan Gilingan akan tersendat.

“Akhir pekan ini jalanan kota Solo, terutama yang dekat dengan pusat bisnis yang bersinggungan dengan jalan utama akan tersendat. Itu sudah rutin setiap tahun. Karena kendaraan pemudik sudah berdatangan, ditambah rutinitas warga berbelanja menyiapkan kebutuhan Lebaran,” paparnya.

Menurut Baskoro, Dishubkominfo Solo telah menyiagakan personel di lapangan serta menyiapkan intervensi alat pemberi isyarat lalu lintas yang telah terkoneksi dengan sistem transportasi pintar untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Anik Sulistyawati