Tutup Iklan

INFO KESEHATAN : Penggunaan Antibiotik Harus Dikendalikan

 Ilustrasi obat (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi obat (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Info kesehatan dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) menjelaskan penggunaan antibiotik secara bebas di masyarakat yang tidak sesuai indikasi, mengakibatkan meningkatnya resistensi antibiotika secara signifikan

Harianjogja.com, SLEMAN-Resistensi antimikroba (AMR) muncul sebagai salah satu tantangan dan menjadi isu kesehatan masyarakat, bahkan mendunia. Hal itu dikarenakan penggunaan antibiotik yang dinilai tidak sesuai ketentuan kesehatan.

Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Hari Paraton menjelaskan penggunaan antibiotik secara bebas di masyarakat yang tidak sesuai indikasi, mengakibatkan meningkatnya resistensi antibiotika secara signifikan. Sebaliknya, penggunaan antibiotik yang bijak justru dapat mengurangi komplikasi infeksi akibat bakteri multi resisten.

“Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak sesuai indikasi, jenis, dosis dan lamanya, serta kurangnya kepatuhan penggunaan antibiotik merupakan penyebab timbulnya resistensi,” katanya kepada wartawan dalam Pfizer Press Circle (PPC) “Kendalikan Penggunaan Antibiotik untuk Mencegah Munculnya Resistensi Bakteri”, Minggu (9/4/2017).

Dia menjelaskan, penyebab banyaknya kasus resistensi antibiotik dipicu mudahnya masyarakat membeli antibiotik tanpa resesp dokter di apotek, kios atau warung.

Seharusnya, kata dia, antibiotik tidak dijual bebas dan harus berdasarkan resep dokter. Menyimpan antibiotik cadangan di rumah, memberi antibiotik selama ini merupakan kebiasaan di masyarakat. “Padahal itu dapat mendorong terjadinya resistensi antibiotik,” katanya.

Dia mengatakan, penggunaan antibiotik memiliki peran penting pada dunia kedokteran. Hal itu dikarenakan penggunaan antibiotik dinilai menyembuhkan banyak kasus infeksi. Sayangnya, intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.

“Tidak semua penyakit infeksi perlu ditangani dengan memberi antibiotik. Penggunaan antibiotik hanya untuk mengobati penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, bukan mencegah atau mengatasi penyakit akibat virus,” tegasnya.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada pada 2014 terdapat 480.000 kasus baru multidrug-resistent tuberculosis (MDR-TB) di dunia. Sebanyak 700.000 kematian per tahun diakibatkan oleh bakteri resisten.

Selain itu, berdasarkan laporan the Review on Antimicrobial Resistance, memperkirakan jika tidak ada tindakan global yang efektif, maka AMR akan membunuh 10 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya pada tahun 2050. Angka tersebut melebihi kematian akibat kanker, yakni 8,2 juta jiwa per tahun dan bisa mengakibatkan total kerugian global mencapai US$ 100 triliun.

Data tersebut, lanjut Hari, menunjukkan resistensi antimikroba telah menjadi masalah yang harus segera diselesaikan dan perlu adanya peningkatan kesadaran di masyarakat mengenai resistensi antibiotik. “Oleh karenanya, penggunaan antibiotik harus dikendalikan,” katanya.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan berkomitmen dalam pengendalian AMR. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain melaksanakan program pengendalian resistensi antimikroba untuk 144 rumah sakit rujukan nasional dan regional serta Puskesmas di lima provinsi pilot project.

“Tantangan yang harus dihadapi dalam penanggulangan resistensi antimikroba menjadi tidak mudah karena persoalan ini bukan saja melibatkan pasien atau dokter, tetapi juga melibatkan industri farmasi, industri rumah sakit, kepentingan bisnis dan kesadaran masyarakat,” katanya.

Widyaretna Buenastuti, Public Affairs & Communication Director PT Pfizer Indonesia juga menambahkan, diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik ini. Terutama keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan perusahaan farmasi.

“Pfizer ikut peduli dan mendukung kampanye pengendalian penggunaan antibiotik untuk mencegah munculnya resistensi antimikroba. Kami menilai penting membangun kesadaran mengenai resistensi dan kepatuhan penggunaan antibiotik yang tepat,” ujarnya.

Sejak 2016, Pfizer menandatangani Deklarasi Pemberantasan AMR (Declaration on Combating AMR) untuk menangani masalah AMR. Jika masyarakat sadar dan teredukasi tentang penggunaan antibiotik, hal itu dapat mencegah munculnya resistensi antimikroba. “Kami selalu menganjurkan masyarakat tidak membeli atau mengonsumsi obat antibiotik tanpa resep dan anjuran dokter,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Jalan di Jember yang Diblokade Cakades Kalah Dibongkar Polisi

Polisi akhirnya membongkar jalan yang diblokade oleh seorang calon kepala desa yang kalah dalam Pemilihan kepala desa di Jember.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

5 Tempat Ini Berjuluk Negeri Matahari Tengah Malam, Kok Bisa?

Tempat ini berjuluk negeri Matahari tengah malam, kok bisa?

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Ketahui Penyebab Masa Menstruasi Tiba-Tiba Lebih Singkat dari Biasanya

Lantas, bagaimana jika masa menstruasi yang biasa tiba-tiba menjadi lebih singkat dari bulan sebelumnya?

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Begini Cara Menanam Monstera Marmorata Seperti Dibeli Warga Sragen

Salah satu jenis tanaman hias ini yang paling disukai adalah monstera marmorata lantaran memiliki corak unik pada daunnya.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.