INFO HIDUP SEHAT : 5 Mitos Soal Mata Ini Tak Perlu Dipercaya

 Ilustrasi membaca di tempat redup (Pictagram)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi membaca di tempat redup (Pictagram)

Info hidup sehat tentang lima mitos seputar mata yang tak perlu dipercaya.

Solopos.com, SOLO – Mata yang sehat merupakan salah satu anugerah yang wajib dijaga. Selama ini, banyak sekali mitos tentang hal-hal yang dianggap mengganggu kesehatan bahkan merusak mata. Meski tak jelas kebenarannya, banyak orang khawatir dan ketakutan dengan sejumlah mitos itu.

Padahal, tak semua mitos itu perlu dipercaya dan ditakuti. Nah, mau tahu apa saja mitos menyesatkan tentang mata yang tak perlu dipercaya? Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Boldsky, Kamis (5/10/2017), di bawah ini:

Menatap matahari langsung baik untuk kesehatan

Mitos pertama yang harus Anda abaikan adalah melihat matahari dengan mata telanjang baik bagi kesehatan. Pada kenyataannya, paparan sinar UV A dan UV B malah meningkatkan risiko kerusakan mata. Sebab, sinar yang terlalu terang akan merusak kornea dan mengakibatkan kebutaan.

Melihat cahaya dari pengelasan memicu kebutaan

Kebanyakan orang tua mengatakan sinar yang keluar dari alat las memicu kebutaan. Pada kenyataannya, anggapan itu hanya mitos belaka. Sinar itu tidak akan langsung membuat seseorang buta. Kendati demikian, Anda tetap wajib mengenakan masker dan kacamata untuk melindungi dari percikan api.

Penglihatan buruk merupakan warisan

Ada beberapa penyakit yang diwariskan orang tua kepada anak. Namun, penyakit itu tidak termasuk kasus rabun jauh. Pasalnya, ada banyak faktor yang membuat seseorang menderita rabun jauh, salah satunya gaya hidup.

Kacamata membuat pandangan makin kabur

Beberapa penderita rabun jauh biasanya enggan mengenakan kacamata. Bukan tanpa alasan, mereka beranggapan kacamata justru akan memperburuk keadaan. Padahal, anggapan itu hanyalah mitos. Mata memang akan melihat dengan jelas setelah mengenakan kacamata, dan kabur saat dilepas.

Nah, setelah sekian lama dipakai, biasanya Anda akan mengganti kacamata lantaran pandangan semakin kabur. Tak jarang, Anda harus memakai kacamata yang lebih tebal. Hal ini terjadi lantaran otot mata melemah, sehingga butuh alat bantu yang kuat. Jika tak ingin mengenakan kacamata yang lebih tebal, maka Anda harus mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dengan lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin A.

Membaca di tempat gelap merusak mata

Biasanya orang tua akan menegur saat melihat anaknya membaca di tempat gelap. Mereka mengatakan membaca di tempat gelap merusak penglihatan. Padahal, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Mata memiliki cara sendiri untuk membuat Anda tetap nyaman membaca di tempat gelap. Keberadaan batang retina membantu Anda melihat dengan jelas meski di tempat yang redup. Jadi, tidak perlu khawatir penglihatan kabur saat membaca di tempat gelap.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Larangan Dicabut, 29 Perusahaan Telah Ekspor Batu Bara dengan 48 Kapal

Kementerian Perdagangan melaporkan 48 kapal bermuatan batu bara dari 29 perusahaan telah meninggalkan perairan Indonesia  untuk ekspor.

Atit Novitasari Berpulang, Klaten Kehilangan 16 Kades Aktif

Sebelum kades Glagahwangi, Atit Novitasari, meninggal dunia, jumlah kades aktif yang meninggal dunia telah mencapai 15 orang.

Gibran Ajukan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1 Lagi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kembali mengajukan Stadion Manahan Solo sebagai venue Liga 1.

Les' Copaque Bantah Upin dan Ipin Meninggal di Sulawesi

Les' Copaque Production membantah kabar Upin dan Ipin meninggal di Sulawesi.

Gibran Dilaporkan ke KPK, Legislator DPRD Solo: Laporkan Balik

Wakil Ketua DPRD Solo Taufiqurrahman menilai perlu untuk Gibran dan Kaesang yang telah dilaporkan ke KPK untuk melaporkan balik si pelapor.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Sampah Kayu di Kali Buntung Sukoharjo Bersih Usai Dikeruk Alat Berat

Proses pengerukan sampah kayu di Jembatan Cendini selama sekitar tiga jam dan akhirnya aliran air Kali Buntung kembali lancar.

Duh! Moto GP Mandalika Bisa Terancam Gegara Aturan Karantina

Baru-baru ini, CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menyatakan tak mau menggelar balapan di negara yang menerapkan karantina untuk pembalap hingga kru.

Pekan Ini Jembatan Gantung Girpasang Klaten Segera Diresmikan

Jembatan gantung membentang sejauh 120 meter di atas jurang sedalam 150 meter antara Dukuh Ngringin dengan Dukuh Girpasang

Siap Layani Penerbangan Haji, Garuda akan Pakai Jenis Pesawat Ini

Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan armada khusus penerbangan haji pada 2022.

Kabar Duka, Kades Glagahwangi Klaten Berpulang pada Usia 41 Tahun

Kades Glagahwangi, Polanharjo, Klaten, Atit Novitasari, meninggal dunia di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (18/1/2022) pukul 09.00 WIB.

Soal Bank Sampah di Tiap RW untuk Papi Sarimah, DLH Solo: Dikaji Dulu!

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Solo menyatakan perlu dikaji dulu soal usulan satu bank sampah di tiap RW untuk mendukung program Papi Sarimah.

Mengenal Frederika Cull, Pemeran Miranda di Layangan Putus

Bagaimanakah perasaan Frederika Cull menjadi salah satu pemeran Layangan Putus, berperan sebagai Miranda?

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Tak Boleh Digunakan Berdagang, Kios Darurat Pasar Legi Solo Dibongkar

Pemkot Solo juga mengimbau pedang Pasar Legi yang belum pindah ke bangunan baru Pasar Legi untuk bisa memasuki pasar sebelum peresmian dilakukan

Alasan Bank BJB Optimistis Tatap 2022 Lebih Cerah

Bank BJB pada 2021 telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan digitalisasi sehongga berdampak pada pendapatan fee based income yang naik signifikan.