Info Denda Rp250.000 Jika Tak Pakai Masker di Sragen Dipastikan Hoaks, Cek Faktanya!

Informasi soal denda Rp250.000 kepada orang yang tidak memakai masker di Sragen dipastikan hoaks.

 Informasi hoaks soal denda bagi orang yang tidak memakai masker di Srage. (Instagram Diskominfo Sragen)

SOLOPOS.COM - Informasi hoaks soal denda bagi orang yang tidak memakai masker di Srage. (Instagram Diskominfo Sragen)

Solopos.com, SRAGEN – Dalam beberapa hari terakhir beredar kabar yang menyebutkan razia tim gabungan dalam rangka menanggulangi persebaran virus corona di Sragen. Informasi yang beredar di Whatsaap itu menyebutkan denda Rp250.000 bagi orang yang tidak memakai masker di Sragen.

Tetapi, informasi tersebut dipastikan hoaks. Dalam pesan berantai itu disebutkan warga Sragen yang tidak memakai masker bakal dikenai hukuman menyapu jalan, menyanyikan lagu wajib, hingga membayar denda minimal Rp250.000.

Pernah Viral, Utari Si Bakul Cilok Cantik di Boyolali Sudah Menikah?

Kabar bohong itu diluruskan pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sragen. Mereka mengunggah tangkapan layar berisi informasi tidak benar mengenai razia tim gabungan dengan denda Rp250.00 tersebut. Tangkapan layar berisi informasi itu diberi label hoax.

Adapun isi unggahan tersebut adalah pengumuman kepada warga Sragen tentang razia yang digelar beberapa unsur seperti kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishub Sragen dan lain-lain.

Bejat! Guru Olahraga di SMP Karanganyar Cabuli Murid hingga Hamil

Hoaks

Jika warga ketahuan beraktivitas di luar rumah tanpa masker, maka akan dikenakan tiga sanksi, yakni menyapu jalan, menyanyikan lagu wajib, dan denda minimal Rp250.000.

“Informasi tidak benar itu sudah beredar di grup WA sejak Minggu [21/6/2020] lalu. Tidak jelas siapa yang bikin. Sebagian teman saya merasa tidak yakin dengan kebenaran info itu. Namun sebagian menganggap itu benar sehingga malah mengucapkan terima kasih kepada orang yang menyebar informasi itu,” ujap Joko, warga Karangmalang kepada Solopos.com, Selasa (23/6/2020).

Hati-Hati! 4 Tempat Ini Sumber Penularan Covid-19

Ditemui terpisah, Kepala Satpol PP Sragen, Heru Martono, menegaskan saat ini belum ada sanksi untuk menindak warga yang mengabaikan protokol kesehatan di tempat umum. Seperti bergerombol dan tidak memakai masker. Menurutnya, dibutuhkan sanksi yang berlandaskan payung hukum berupa perda.

“Kalau hanya perbup [peraturan bupati], payung hukum itu sebaiknya berupa perda. Tapi perda juga belum ada. Meski begitu, perda K3 [Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan] bisa kita pakai. Kalau mengabaikan protokol kesehatan, berarti mereka tidak tertib. Bentuk sanksnya seperti apa? Belum kami rumuskan” terang Kepala Satpol PP Sragen, Heru Martono.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.