Tutup Iklan

INFO BELANJA : Bulan Tabu Nikah Berakhir, Permintaan Sembako Naik

 Ilustrasi kenaikan harga telur (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kenaikan harga telur (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Menjelang berakhirnya bulan yang tabu untuk menikah oleh pendukung budaya Jawa, Sura, permintaan telur dan minyak di Pasar Legi, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah mulai merangkak naik. Meski demikian harga keduanya masih stabil.

Pedagang di Pasar Legi mulai bersiap menghadapi naiknya permintaan pasar terhadap beberapa komoditi pangan menjelang berakhirnya bulan Sura. Bulan Sura merupakan bulan pertama pada penanggalan Jawa.

Dalam kebudayaan masyarakat Jawa, khususnya di daerah Solo, bulan Sura diyakini sebagai bulan yang dianggap tabu untuk melakukan segala kegiatan hajatan, termasuk pernikahan. Menurut mitos yang beredar di masyarakat Jawa, bulan Sura adalah bulan hajatan milik keraton. Sehingga apabila ada rakyat biasa yang mengadakan hajatan, mereka takut akan mengalami kualat.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di Pasar Legi, Rabu (19/11/2014), komoditas pangan yang sudah terlihat mengalami pertambahan jumlah permintaan adalah telur ayam dan minyak goreng. Sayekti, 38, salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Legi menuturkan bahwa permintaan telur ayam di tokonya sudah mulai naik. Dirinya juga menjelaskan bahwa hal itu dipengaruhi faktor akan berakhirnya bulan Sura dan memasuki akhir tahun sehingga banyak orang yang akan mengadakan hajatan.

“Dibandingkan dengan awal bulan, 3 hari ini permintaan telur di sini sudah mulai naik, soalnya bulan Sura mau habis dan masuk akhir tahun. Mungkin juga banyak yang mau nikahan, tadi sudah ada beberapa pemilik katering yang ambil di sini dan mulai mborong banyak. Mugkin sudah siap-siap,” ujar Sayekti.

Alimudin. 41, salah satu pedagang sembako di Pasar Legi juga menjelaskan hal yang serupa. Meski begitu, dirinya belum dapat memastikan apakah harga minyak goreng dan telur ayam tetap stabil hingga bulan Desember nanti. Hal itu dikarenakan ada kemungkinan telur dan minyak goreng terkena dampak dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Permintaan minyak goreng curah dan telur ayam di tempat saya sudah lumayan ada kenaikan daripada sebelumnya. Memang sudah waktunya, minggu ini kan Sura selesai, jadi sudah ada beberapa yang berani ambil banyak. Kalau soal harga naik, biasanya menjelang akhir tahun memang selalu begitu,” ujar Alimudin.

Suprapti, 39, salah seorang pembeli di kios milik Alimudin juga mengatakan bahwa harga minyak goreng curah dan telur ayam yang ia beli masih seperti biasanya. Dirinya mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM belum terlalu mempengaruhi harga sembako di Pasar Legi.

“Masih seperti biasa, telur ini tadi masih Rp16.500 per kilogram, minyak juga masih Rp10.500 per kilogram. Kemarin sempat takut juga sama pengaruh kenaikan harga BBM, tapi ternyata belum berpengaruh di sini,” ujar Suprapti.

Pulih
Rinda, 45, seorang pegawai di usaha jasa katering yang sedang berbelanja di Pasar Legi juga menuturkan bahwa usaha katering tempatnya bekerja sudah mulai membeli bahan makanan dalam jumlah yang banyak. Alasannya untuk berjaga-jaga jikalau harga bahan makanan mengalami kenaikan.

“Ini saya disuruh belanja lumayan banyak, soalnya khawatir kalau nanti harganya naik. Lebih-lebih beberapa hari ke depan kan Sura sudah selesai, katering tempat saya juga sudah ada beberapa pesanan keluar untuk hajatan,” tutur Linda.

Berbeda dengan Sayekti dan Alimudin, di kios milik Winulyo, 48, yang juga menjual telur dan minyak goreng di Pasar Legi, dirinya menganggap masih belum ada kenaikan jumlah permintaan yang berarti terhadap telur dan minyak goreng di kiosnya.

“Permintaan telur dan minyak masih seperti saat awal bulan, belum ada kenaikan permintaan yang wah. Biasanya nanti kalau masuk bulan Desember, kan banyak yang punya hajatan” ujar Winulyo. (Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com)

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Wadahi 200 Penyandang Disabilitas Sragen, Yayasan Jaya Abadi Dibentuk

Yayasan Penyandang Disabilitas jaya Abadi Kecamatan Sambirejo, Sragen, dideklarasikan pada Rabu (8/12/2021). Yayasan ini mewadahi 200 difabel.

Polres Sukoharjo Kumpulkan Pengurus 13 Perguruan Silat, Ada Apa Ya?

Pengurus dari 13 perguruan silat yang ada di Kabupaten Sukoharjo diundang Polres setempat untuk mengikuti pertemuan di Hotel Tosan, Solo Baru.

Diyakini Bekas Lautan Purba, Air Sumur di Tawangrejo Klaten Terasa Asin

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan pasokan air dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Kasus Bunuh Diri Naik dalam Setahun, Polres Gunungkidul Lakukan Ini

Polres Gunungkidul melakukan sejumlah cara terkait kasus bunuh diri meningkat di Kabupaten Gunungkidul tahun 2021 apabila dibandingkan tahun 2020.

Jelang Nataru, Dai Kamtibmas Karanganyar Dapat Pembinaan

Dai Kamtibmas di Karanganyar diharapkan bisa mengambil peran dalam terciptanya iklim kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Tegal Darurat Kekerasan Seksual, Belasan Anak Dicabuli

Kota Tegal sedang darurat kasus kekerasan seksual dengan mayoritas anak-anak yang menjadi korban.

Kiper Persijap Perkuat Persis Solo di 8 Besar Liga 2

Akun media sosial milik Harlan pun telah mengikuti akun ofisial Persis Solo.

Hati-Hati di Jalan Lur, Hujan Lebat, Pohon Ambruk di Barat PKU Sragen

Pohon tumbang terjadi di sekitar PKU Sragen setelah hujan deras menguyur selama lebih dari satu jam.

Jos! Tim Taekwondo UMS Boyong 5 Medali Emas dan 4 Perunggu

Tim Taekwondo UMS mengirimkan 18 atletnya untuk mengikuti kejuaraan nasional taekwondo yang digelar Pengprov Taekwondo Sulawesi Tengah pada tanggal 8-10 November 2021.

Sambil ngeGas, Joe Biden: Kendaraan Listrik adalah Masa Depan

Presiden Joe Biden beraksi dengan mobil listrik setelah tandatangani regulasi perubahan iklim.

Setiap Hari Pasar Tradisional di Kota Madiun Hasilkan 8 Truk Sampah

Pasar tradisional menjadi penyumbang sampah terbesar harian di Kota Madiun. Rencananya Pemkot Madiun akan mengolah sampah itu jadi kompos sebelum sampai TPA.

727 Peserta Tak Lolos CBT Seleksi Perangkat Desa Wonogiri

Peserta CBT seleksi perangkat desa Wonogiri yang memenuhi batas minimal sebanyak 1.869 orang.

Rawat Inap BPJS Kesehatan akan Dibuat Standar, Ada Layanan Tambahan?

Pemerintah berencana menghapus kelas rawat inap BPJS Kesehatan mulai tahun depan dan diganti dengan kelas standar.

Bertambah 4 Jenazah, Korban Erupsi Semeru 43 Orang

Pencarian korban serta pembersihan lokasi yang dilakukan sejak pukul 05.30 WIB itu sempat dihentikan sementara setelah terpantau awan hitam pekat dan mendung di sekitar Dusun Curah Kobokan.

+ PLUS Mengenal De Tjolomadoe yang Baru Saja Merayakan HUT ke-160

Setelah mengalami revitalisasi pada 2017, kini De Tjolomadoe menjadi salah satu destinasi wisata.