INFLASI SOLO : Tingginya Permintaan Bahan Pokok Makanan Picu Inflasi

INFLASI SOLO : Tingginya Permintaan Bahan Pokok Makanan Picu Inflasi

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aktivitas pasar penyedia pangan masyarakat. (JIBI/Solopo/Dok.)

Solopos.com, SOLO–Kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok menjelang Ramadan sejak pertengahan Mei lalu memicu inflasi Solo. Bahkan kenaikan harga dinilai akan terus berlangsung dan membayangi inflasi bulan depan.

Kepala Badan Pusat Statistik Solo, R. Bagus Rahmat Susanto, menuturkan bahan makanan memiliki andil inflasi tertinggi, yakni 0,25%. Pemicu inflasi ini disumbang paling tinggi karena kenaikan harga telur ayam ras yang sudah menyentuh harga Rp17.500 per kilogram (kg) kemudian diikuti daging ayam ras. Bawang putih pun saat ini juga sudah mulai merangkak naik.

Bahkan menurut dia, pekan ini, harga kebutuhan pokok di pasar masih terus meningkat. Bagus mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan adanya lonjakan permintaan bukan karena adanya kelangkaan stok.

“Kenaikan harga kebutuhan pokok di pertengahan bulan harus diwaspadai. Hal ini karena harga telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng dan beras ada kemungkinan terus merangkak naik,” ungkap Bagus saat jumpa pers inflasi Solo di ruang kerjanya, Selasa (3/6/2014).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Ismet Inono, menuturkan pendorong kenaikan inflasi Mei selain kenaikan harga pokok adalah juga meningkatkan konsumsi masyarakat karena mulai memasuki liburan sekolah dan musim hajatan. Apalagi sejak April lalu, konsumsi sudah mulai terlihat karena banyak event yang diadakan di Solo.

Selain itu, komponen perumahan menduduki penyumbang inflasi tertinggi kedua setelah bahan makanan. Bagus menerangkan kenaikan harga sektor perumahan ini disebabkan adanya kenaikan harga kayu balok, pasir, keramik, batu bata dan besi. Apalagi saat ini pengembang perumahan mulai melakukan proses pembangunan setelah ditetapkannya harga rumah subsidi yang baru senilai Rp118 juta.

Sedangkan komponen sandang yang juga menunjukkan adanya peningkatan sumbangan ke inflasi. Bagus menuturkan kenaikan konsumsi sandang ini dipicu karena memasuki tahun ajaran baru sehingga banyak yang membutuhkan seragam. Selain itu, juga ada dampak pemilihan umum (pemilu) meski tidak signifikan. Dia menyampaikan kebutuhan sandang jelang Lebaran belum terlihat karena masih cukup lama.

Lebih lanjut, Bagus juga menyampaikan inflasi Juni akan meningkat. Selain harga yang terus naik juga diindikasikan ada beberapa pedagang yang menyetok barang sehingga menahan beberapa barang dagangan. Namun Ismet memprediksi kenaikan inflasi tidak akan setinggi tahun lalu. Hal ini karena sekarang tidak ada administered price, seperti agenda kenaikan harga bahan baku minyak (BBM) seperti tahun lalu.

“Kami memprediksi inflasi Juni sekitar 0,6%-0,7%,” ujar Ismet kepada wartawan saat ditemui di lokasi yang berbeda.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ada PPKM Level 4, Suroan dan Suran Agung di Madiun Kembali Ditiadakan

Forkopimda Kota Madiun telah menjalin kesepakatan dengan PSHT dan PSHW terkait peniadaan kegiatan Suroan dan Suran Agung.

Pesawat Presiden Indonesia Bersalin Warna, Seperti Apa Penampilan Pesawat Pemerintah Negara Lain?

Pesawat para pemimpin negara memang menarik sebagai bahan pengamatan. Bagaimana pun, pesawat itu menjadi simbol kewibawaan negara, sekaligus menjadi wahana promosi pula.

Jangan Lengah, Angka Positif Harian Covid-19 Masih Tinggi

Masih ada lima provinsi yang terjadi peningkatan kasus di atas 50 persen.

Lampu Penerangan 8 Ruas Jalan Sukoharjo Dipadamkan, Catat Lokasinya

Lampu penerangan delapan ruas jalan di Kabupaten Sukoharjo dipadamkan selama masa perpanjangan PPKM level 4 hingga 9 Agustus mendatang.

Stok Obat Covid-19 di Bantul Aman Hingga Pertengahan Agustus

Dinas Kesehatan Bantul memastikan stok obat untuk pasien Covid-19 aman hingga pertengahan Agustus kendati demikian tetap ajukan ke Kemenkes.

FOTO : Ganjar Pranowo Kunjungi Pasien Isolasi di GOR Klaten

Gubernur Jawa Tengah meninjau warga di lokasi karantina GOR Gelarsena Klaten

Kena PHK saat Covid-19, Warga Karanganyar Ini Bertahan dengan Kacang Ndelik

Awal Brehita membangun usaha camilan kacang ndelik berawal dari iseng.

Kesal Tak Dibawa Berobat ke RSJ, ODGJ Sragen Nekat Bakar Rumah Sendiri

Orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ asal Sragen nekat bakar rumah sendiri lantaran kesal tak dibawa berobat ke rumah sakit jiwa

Spesifikasi Oppo Reno 6, Ponsel Dengan Fitur Bokeh Flare Potrait

Perusahaan asal China, Oppo, meluncurkan produk barunya yakni Reno 6 pada Selasa (27/7/2021), dengan spesifikasi yang menarik.

Warung Kosong Pinggir Jl A Yani Kartasura Sukoharjo Ludes Terbakar

Warung kosong di Jl A Yani, Kartasura, Sukoharjo, tepatnya di belakang toko Relasi Jaya ludes terbakar pada Rabu (4/8/2021) petang.

Kereen, Polsek Polokarto Budi Daya Lele dan Hidroponik di Lahan Kosong

Ikan lele dapat dipanen setelah kurang lebih tiga bulan yang dapat dipasarkan dengan mengundang pedagang dari Pasar Polokarto.

FOTO : Pembagian Oksigen Gratis di Loji Gandrung

Pengisian ulang oksigen gratis di Loji Gandrung