Ilustrasi bawang putih. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SOLO — Kota Solo pada April 2019 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,68% atau lebih tinggi dibandingkan Maret lalu, yakni 0,29%. Bahkan, angka inflasi Solo melebihi persentase inflasi Jawa Tengah yang mencapai 0,45%.

Harga bawang dan tarif angkutan udara yang masih tinggi menjadi pemicu tingginya inflasi di Kota Solo bulan ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, R. Bagus Rahmat Susanto, mengatakan harga bawang putih yang melambung tinggi menjadi komoditas terbesar penyumbang inflasi. Hal itu lantaran adanya kenaikan harga hingga 29,95% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,2122%.

Menurutnya, komoditas ini juga menjadi penyebab inflasi terbesar pada Maret 2019 lalu.

“Sebenarnya keran impor bawang putih sudah dibuka. Akan tetapi, distribusi komoditas ini kemungkinan besar belum sampai ke daerah sehingga harganya relatif masih tinggi,” ujarnya, dalam jumpa pers di kantor BPS Solo, Kamis (2/5/2019).

Bagus memaparkan selain bawang putih, sejumlah komoditas lain yang juga menjadi pemicu inflasi adalah angkutan udara (naik 16,15%), bawang merah (naik 30,92%), telur ayam ras (naik 7,49%), pepaya (naik 6,12%), nangka muda (naik 14,88%), tomat sayur (naik 15,77%), petai (naik 25,24%), kangkung (naik 18,97%), dan gudeg (naik 4,26%).

Menurutnya, harga bawang merah juga tinggi berkaitan dengan pasokan terbatas lantaran tak panen massal. Sementara tarif angkutan udara juga masih melambung tinggi meski sejumlah kebijakan sudah diambil pemerintah.

Di sisi lain, laju inflasi year on year (yoy) pada April sebesar 2,51%. Sementara April 2018 lalu inflasi lebih rendah, yakni 0,02%. Selain itu, dari enam kota di Jawa Tengah, inflasi terbesar terjadi di Solo sebesar 0,68% April 2019 ini, diikuti Semarang 0,47%, Tegal 0,46%, Cilacap 0,26%, Kudus, dan Purwokerto 0,21%.

Hal ini sesuai dengan prediksi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo terkait bawang putih dan bawang merah sebagai dua komoditas utama penyumbang inflasi Kota Solo.

Asisten Direktur BI Solo, Bakti Artanta, menyebut pada awal April lalu, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pihaknya telah melakukan aksi pasar murah khusus bawang. Namun demikian, kegiatan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap harga bawang putih.

“Kenaikan harga bawang terjadi karena masalah impor yang belum lancar. Komponen inflasi banyak, semoga ada sisi lain yang bisa meredam,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan solopos.com di Pasar Legi, harga bawang putih kating sekitar Rp48.000/kg. Sementara bawang merah harganya berangsur turun dari harga Rp35.000/kg menjadi Rp30.000/kg dalam sepekan terakhir. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten