Tutup Iklan -->
Industri Teknologi China Terpukul Corona, Warga Masih Enggan Beli Smartphone
Ilustrasi pengguna smartphone di China. (Istimewa)

Solopos.com, BEIJING – Wabah virus corona Covid-19 telah memukul sektor ekonomi di China. Beragam industri mulai dari otomotif dan teknologi paling terdampak akibat pandemi  yang telah menjadi persoalan global ini. Tercatat penjualan smartphone di China menjadi salah satu yang paling terdampak.

Update Corona Jateng 8 April 2020! Total 140 Kasus, 1 Dirawat di RS Kasih Ibu Solo

Dilansir dari laman Business Wire, Rabu (8/4/2020) laporan Strategy Analytics mencatat sepertiga konsumen menunda membeli smartphone baru di China. Sebagian lainnya enggan mengganti ponsel dengan jaringan Internet 5G.

Data tersebut menyimpulkan warga China lebih optimis tentang angka kasus virus corona yang semakin berkurang daripada konsumen Amerika atau Eropa. Namun, tingkat pergantian smartphone baru dan adopsi 5G masih lambat.

Tidak hanya itu laporan juga mengungkap bahwa 37% telah menunda pembelian ponsel cerdas baru dan 32% menunda adopsi 5G.

Heboh Anggota DPR Dapat Uang Muka Mobil Saat Wabah Corona

Pengguna Smartphone di China

Pengguna Apple menjadi salah satu yang paling optimis dengan 41% berniat untuk membeli perangkat smartphone baru seperti yang direncanakan atau lebih cepat dari yang direncanakan.

Sebaliknya, pemilik Huawei lebih terbagi dengan 42% menunda atau membatalkan pembelian yang direncanakan tetapi satu dari empat lainnya berharap untuk membeli sesuai jadwal.

“Di luar angka kematian dan jumlah infeksi, harga ekonomi yang harus dibayar di China akan menjadi penurunan yang signifikan dalam pertumbuhan PDB dan hampir pasti ada beberapa kemunduran pada pengeluaran diskresioner oleh generasi China yang tidak pernah tahu apa pun kecuali masa booming," kata David Kerr VP Nirkabel di Strategy Analytics.

Jangan Sembarangan! Ini Cara Tepat Pakai Masker Tangkal Virus Corona

Direktur Riset Smartphone, Linda Sui menambahkan rantai pasokan dan kenaikan penjualan di China kemungkinan akan naik pada kuartal 2 (Q2) 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho