Tutup Iklan
Produk mebel dan ukir serta hasil kerajinan kayu dipajang untuk menarik minat pembeli di Jepara. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, JEPARA — Industri pengolahan mebel dan karya ukir lainnya mencacatkan nilai ekspor lebih dari US$190 juta atau menyumbang 34,87% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jepara sepanjang tahun 2018.

"Sektor lainnya yang juga menjadi penyumbang PDRB Jepara, yakni sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,68% dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi 13,63%," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Ratib Zaini di Jepara, Jateng, Selasa (22/10/2019).

Ia mengungkapkan mebel dari kayu, kerajinan kayu dan kerajinan tangan, serta kayu olahan merupakan kontributor terbesar PDRB untuk sektor industri pengolahan. Jumlah pelaku usaha di bidang industri furnitur dari kayu yang berorientasi ekspor, katanya, mencapai 386 pelaku usaha dengan sasaran negara tujuan ekspor sebanyak 114 negara.

Sementara volume ekspornya mencapai 59,95 juta kilogram dengan nilai lebih dari US$179 juta. Untuk kerajinan kayu serta kerajinan tangan, lanjut dia, sudah diekspor ke 31 negara tujuan oleh 82 eksportir, dengan volume ekspor mencapai 1,91 juta kilogram dan nilainya mencapai US$3,92 juta.

Kemudian untuk produk kayu olahan diekspor ke 33 negara tujuan oleh 38 eksportir, dengan volume ekspor mencapai 8,3 juta kilogram, dan nilainya mencapai US$8 juta. "Selain menonjol, kerajinan mebel dan ukiran telah menjadi trademark serta napas kehidupan dan urat nadi perekonomian masyarakat Jepara," ujarnya.

Sementara secara komulatif, kata dia, jumlah unit usaha mebel dan ukiran baik dengan pangsa ekspor maupun domestik, sampai saat ini tercatat ada 7.462 unit. Jumlah sebanyak itu, kata dia, mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 86.000 orang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten