Tutup Iklan
Indukan Kobra Nyangkut di Net Voli SMK Veteran, Sekolahan di Sukoharjo Ternyata Sering Diteror Ular
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengevakuasi indukan ular kobra yang terjebak di net voli SMK Veteran Sukoharjo, Senin (13/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO – Temuan indukan kobra nyangkut di net voli SMK Veteran Sukoharjo, Senin (13/7/2020) cukup menghebohkan. Ular berbisa dengan ukuran besar itu ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB.

Penemuan ular itu cukup membuat heboh guru dan siswa di hari pertama masuk sekolah. Salah satu guru SMK Veteran Sukoharjo, Tri Wibowo, 41, mengatakan ular kobra yang nyangkut di net voli itu kali pertama ditemukan rekannya saat hendak memasuki ruang guru.

“Saya dan beberapa guru mencoba mengamankan ular ini. Tapi karena besar kami takut dan akhirnya menghubungi pemadam kebakaran,” katanya kepada Solopos.com.

Tidak Ada Zona Hitam Pada Zonasi Covid-19 di Indonesia, Apa Status Solo?

Beberapa petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi ular berjenis kobra itu. Ukurannya cukup besar, sekitar satu meter.

“Ularnya lumayan besar. Panjangnya sekitar 1 meter lebih dan besarnya empat jari dewasa lah,” katanya.

Menurutnya, penemuan ular di sekolahan wilayah Sukoharjo bukan kali pertama terjadi. Dia sering kali menemukan ular di wilayah Sukoharjo. Tapi pihaknya tidak mengetahui jenis ular kobra apa yang meneror SMK Veteran Sukoharjo itu.

Wadadidaw! Ratusan Ton Ikan di Waduk Kedung Ombo Sragen Mati Keracunan

Tak butuh waktu lama, petugas pemadam kebakaran berhasil mengeluarkan ular kobra yang nyangkut di net voli SMK Veteran Sukoharjo tersebut. Ular ini kemudian dilepas di persawahan tak jauh dari sekolah tersebut.

Dikutip dari Wikipedia, ular sendok atau kobra adalah sebutan khusus untuk semua jenis ular berbisa (Elapidae) yang memiliki kemampuan memipihkan lehernya hingga membentuk seperti sendok atau tudung.

Gigitan semua jenis ular kobra dapat berakibat fatal. Sebagian besar spesies memiliki bisa neurotoksin yang kuat.

Bisa tersebut mampu melumpuhkan jaringan saraf, mengakibatkan paralisis, dan mungkin memiliki kandungan racun sitotoksin. Racun ini dapat menyebabkan pembengkakan dan kegagalan pembekuan darah (antikoagulan).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho