Timnas Indonesia U-23 (Antara-Sigid Kurniawan)

Solopos.com, BINAN – Evan Dimas Darmono hanya bisa memegangi wajahnya saat tembakan bebasnya di menit ke-92 hanya mengenai tiang gawang Brunei Darussalam U-23, Selasa (3/12/2019) malam WIB. Selang beberapa detik, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga di babak penyisihan Grup B SEA Games 2019 di Binan Football Stadium, Filipina. Timnas menang telak dengan skor 8-0.

Ya, Egy Maulana Rizky dkk. sejatinya tinggal butuh satu gol lagi untuk mengulangi sejarah manis 18 tahun silam. Pada SEA Games edisi 2001, Timnas berhasil meremukkan Brunei dengan skor telak 9-0 di babak penyisihan Grup B. Waktu itu Bambang Pamungkas dan Eli Aiboy memborong hattrick, dua gol lain dicetak Budi Sudarsono sedangkan satu gol dilesakkan Isnan Ali.

Meski gagal mengulang memori apik pada 2001, kemenangan delapan gol tanpa balas atas Brunei jelas menjadi kelegaan besar bagi Garuda Muda. Hasil tersebut membawa mereka menggeser Thailand di posisi kedua klasemen grup. Meski sama-sama mengantongi sembilan poin dari empat laga, Timnas unggul selisih gol yakni plus 11 berbanding plus 10.

Kemenangan atas Brunei juga bisa dibilang meletakkan satu kaki Timnas ke babak semifinal SEA Games 2019. Ini karena tim asuhan Indra Sjafri “hanya” akan melawan Laos, sedangkan Thailand harus baku bunuh melawan Vietnam di laga terakhir. “Kita perlu menang dengan banyak gol. Alhamdulillah tercapai berkat kerja keras pemain,” ujar Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri, seusai pertadingan.

Sang pelatih menegaskan siap tampil all out di laga pamungkas melawan Laos untuk memastikan satu tiket ke semifinal, Kamis (5/12/2019). Duel terakhir di Grup B bakal menegangkan karena Vietnam yang sementara berada di puncak klasemen dengan 12 poin tak bisa main mata dengan Thailand.

Mereka bakal tersingkir apabila ditekuk Thailand, sedangkan Timnas membungkam Laos. Jika poin ketiga tim sama, selisih gol bakal sangat menentukan. Sebagai informasi, selisih gol Vietnam saat ini plus 13. Indra mengatakan saat ini pemain harus segera memulihkan diri agar tampil maksimal hari Kamis.

“Kami harus cepat istirahat, besok [Rabu, 4/12/2019] sore kami mulai persiapan lawan Laos. Insya Allah menang lagi dan memastikan lolos ke putaran selanjutnya,” kata dia.

Pelatih 56 tahun ini mewanti-wanti anak asuhnya tak terlalu risau dengan laga penentuan melawan Laos. Menurut Indra, kekhawatiran hanya akan menambah masalah bagi Garuda Muda. “Kami harus optimis dan tetap berpikir positif. Tidak ada laga hidup mati di sepak bola, semuanya sama,” tegasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten