Indonesia Tuan Rumah KTT G20, Apa Untungnya?

G20 menjadi momentum untuk menampilkan keberhasilan dari beberapa kebijakan pemerintah RI, termasuk UU Cipta Kerja.

 Airlangga Hartarto. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Airlangga Hartarto. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G-20. Bakal ada sekitar 150 pertemuan selama periode 1 Desember 2021 hingga 31 November 2022.

“Bapak Presiden Joko Widodo akan menghadiri penutupan KTT G20 di Roma pada tanggal 30-31 Oktober mendatang. Di sana Bapak Presiden akan menerima secara resmi penyerahan tongkat estafet G20 dari PM Italia,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers G20, Selasa (14/9/2021) seperti dikutip detik.com.

Baca Juga: Jokowi Teken Perpres Atur Dana Abadi Pesantren 

“Rangkaian ini merupakan antara lain working group tingkat Sherpa dan tingkat finance deputi pertemuan tiap menteri. Sehingga KTT dihadiri oleh seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan jumlah delegasi pertemuan sekitar 500 sampai 5.800 orang event sepanjang tahun,” ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.

Respons Krisis

Airlangga menyampaikan G20 adalah forum ekonomi global yang dibentuk sebagai respons krisis ekonomi tahun 1997-1998.

G20 beranggotakan 20 negara yaitu 19 negara utama penggerak ekonomi dunia termasuk Indonesia, ditambah perwakilan Uni Eropa yang memiliki PDB terbesar di dunia.

Kelompok ini berkontribusi 85% PDB dunia, 75% perdagangan internasional, dan 80% investasi global dan juga populasinya 2/3 dari penduduk dunia.

Baca Juga: Jokowi Teken Perpres, PNS Bolos 10 Hari Bisa Dipecat 

Apa untungnya G20 buat Indonesia? Airlangga Hartarto mengatakan ada beberapa manfaat besar yang akan diperoleh Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20.

Mulai dari segi ekonomi, pembangunan sosial, maupun manfaat dari segi politik. Pertama, G20 diperkirakan meningkatkan konsumsi domestik yang diperkirakan Rp1,7 triliun.

2 Kali Lebih Besar

“Di aspek ekonomi beberapa manfaat langsung adalah peningkatan konsumsi domestik yang diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun. Penambahan PDB Rp7,47 triliun dan keterlibatan tenaga kerja sekitar 33.000 dari berbagai sektor,” katanya.

Dengan manfaat itu, diharapkan efeknya dari G20 ini dua kali lebih dari capaian dalam pertemuan IMF pada 2018. Mengingat dalam penyelenggaraan G20 akan ada 150 pertemuan selama 1 tahun.

UU Cipta Kerja

Selain itu, kata dia, ajang G20 juga menjadi momentum untuk menampilkan keberhasilan dari beberapa kebijakan pemerintah RI, termasuk UU Cipta Kerja.

Dalam sisi aspek pembangunan sosial, RI berpeluang mendorong produksi dan distribusi vaksin. Terutama dalam meningkatkan vaksinasi untuk negara berkembang lain yang berpendapatan rendah

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perpajakan menjadi salah satu menu prioritas dalam pertemuan G20.

Baca Juga: Update Covid-19 Hari Ini: Kasus Positif Bertambah 4.128 Orang, Jatim Terbanyak 

“Perpajakan akan menjadi menu utama karena memang ini salah satu menu prioritas yang penting bagi Indonesia. Indonesia melakukan reformasi perpajakan dan juga ini merupakan policy yang sangat penting dan prioritas di dalam pertemuan G20,” kata dia dalam konferensi pers.

Sri Mulyani mengungkap dalam G20 RI akan terus menjaga kepentingan negara sendiri. Meski demikian, juga akan membantu negara-negara berkembang lainnya.

Dampak Covid-19

“Melihat perkembangan dunia termasuk dengan adanya digital teknologi ini, kita tidak dirugikan tapi kita memberikan manfaat yang maksimal baik di bidang ekonomi maupun di bidang perpajakan,” tuturnya.

Lalu, akan dibahas pula mengenai dampak Covid-19 kepada perekonomian negara. “Covid-19 ini tidak hanya di bidang kesehatan ada dampak luka dari perekonomian akibat terjadinya Covid-19. Seperti ada supply distraction, ada corporate yang mengalami kesulitan dari sisi neraca dan tidak demikian bisa kembali pulih,” imbuhnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

LaSalle College Surabaya Usung Tema Unification dalam Graduation Show

Dalam setiap wisuda, LaSalle College Surabaya menampilkan tema menarik yang telah dieksplorasi dan dipoles dengan cermat.

Bikin Resah NU, Menteri Yaqut Cholil Diminta Sowan Kiai Sepuh

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta sowan kepada kiai-kiai NU pasca ramainya pernyataan dirinya yang menyebut Kemenag merupakan hadiah bagi NU.

Toloong...9 Anak Buah Kapal Hilang Ditelan Ombak Laut Bali

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) melakukan pencarian terhadap 9 orang ABK KM Liberty 1 yang hilang ditelan ombak,

Dicolek Soal Tarif PCR Rp96.000, Puan Justru Apreasiasi Jokowi

Puan mengingatkan tarif Rp300.000 masih akan membebani rakyat karena harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR.

Begini Kronologi Polisi Kutalimbaru Cabuli Istri Tersangka Narkoba

Hadi mengaku saat ini Kapolsek beserta kanit serta enam penyidik Polsek Kutalimbaru telah dibebastugaskan.

Syarat PCR untuk Naik Pesawat Resmi Digugat ke PTUN

Joman menganggap Inmedagri yang dikeluarkan Tito Karnavian soal syarat PCR untuk naik pesawat melanggar Undang Undang Dasar (UUD).

Ini Gelar Sukmawati Soekarnoputri Setelah Menganut Agama Hindu

Putri Presiden Sukarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, resmi menjadi penganut agama Hindu setelah menjalani prosesi upacara Sudhi Wadani.

Sejarah Hari Ini: 27 Oktober 1928, Kongres Pemuda II Dihelat di Jakarta

Aneka peristiwa terjadi di dunia pada 27 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya terkait dimulainya Kongres Pemuda II di Jakarta.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Tarif PCR di India Murah Banget Rp160.000an, Ternyata Ini Sebabnya

Budi Gunadi menekankan pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR karena harganya sudah cukup murah dibandingkan negara lain.

Presiden Minta Kantin dan Tempat Parkir Diwaspadai, Ada Apa Ya?

Seiring dengan pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai, Presiden meminta kewaspadaan tinggi di kantin dan tempat parkir.

Babat Polisi Jahat, Kapolri: Saya Ingin Polri Dicintai Masyarakat

Kapolri ingin polisi menjadi kebanggaan dan dicintai masyarakat.

Lagi 1 Juta Dosis Vaksin Sinovac Diterima Pemerintah Indonesia

Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia dan tetap menjaga ketersediaan vaksin.

Sukmawati: Sukarno Pancasilais, Bebaskan Agama Anak-Anaknya

Sukarno merupakan sosok yang sangat Pancasilais, yang mengajarkan kebinekaan harus menjadi prinsip utama bagi warga negara Indonesia.