Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pukul 10.00 WIB, ASN Sragen Wajib Sikap Sempurna!

Lagu kebangsaan Indonesia Raya itu mulai rutin dikumandangkan Pemkab Sragen setiap pukul 10.00 WIB sejak Senin (21/6/2021).

 Ilustrasi ASN atau PNS. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ASN atau PNS. (Antara)

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memerintahkan semua aparatur sipil negara (ASN) untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari pukul 10.00 WIB.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mengatakan lagu kebangsaan Indonesia Raya itu mulai rutin dikumandangkan setiap pukul 10.00 WIB sejak Senin (21/6/2021).

Menurutnya, tidak ada surat edaran (SE) terkait ajakan kepada ASN berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan itu.

Baca juga: Mantul! Polisi Sragen Terjun ke Sawah Dampingi Petani Budidayakan Melon

Aturan itu hanya disampaikan melalui pengeras suara yang terpasang di tiap ruang kerja para ASN. Peraturan itu berlaku hingga waktu yang belum bisa ditentukan atau sampai ada petunjuk lebih lanjut.

"Setiap pukul 10.00 WIB, semua karyawan dan karyawati di Setda Sragen, Dinas dan Badan diharapkan bisa menyesuaikan diri dengan berdiri tegak dan mengambil sikap sempurna. Rencananya, hal ini juga akan diberlakukan di semua sekolah, namun nanti setelah aktif [pembelajaran tatap muka dibuka]. Sekarang belum diberlakukan [di sekolah] karena masih PPKM mikro," terang Tatag Prabawanto kepada Solopos.com, Jumat (25/6/2021).

Terdengar Suara Lonceng

Pantauan Solopos.com pada Kamis (24/6/2021), di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, terdengar suara lonceng tepat pukul 10.00 WIB. Pada saat itulah, hampir semua ASN Disdikbud Sragen keluar dari ruangan.

Baca juga: Dipimpin Kapolsek Sambungmacan, Evakuasi Buaya Muara 2,8 Meter di Sragen Butuh Waktu 1,5 Jam

Di emperan kantor, mereka segera mengambil sikap sempurna. Lantaran terjadi kendala saat pemutaran lagu Indonesia Raya, salah seorang ASN yakni Johny Adhi Aryawan kemudian mengajak teman-temannya menyanyikan lagu kebangsaan itu.

Dari lantai dua, ia memberi aba-aba supaya semua teman-temannya mengikutinya menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Yang dinyanyikan cuma satu stanza sehingga tidak lebih dari tiga menit selesai. Itu tidak akan mengganggu pekerjaan. Ini bagus untuk membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan ASN seperti kami," papar Johny yang menjabat Kasi Sejarah dan Tradisi, Disdikbud Sragen ini kala berbincang dengan Solopos.com di kantornya.

Baca juga: Ternyata Ada Harta Karun di PG Mojo Sragen, Ini Wujudnya

Berita Terkait

Espos Plus

Berita Terkini

+ PLUS Bom Tawa Pernah Meledak-Ledak di Taman Balekambang Solo

Taman Balekambang Solo memang pernah menjadi pusat kesenian dan hiburan. Grup lawak Srimulat pernah berbasis di Taman Balekambang. Pelawak Gepeng meniti karier dari Taman Balekambang Solo.

Marak Penolakan Kenaikan Retribusi Pasar, DKUKMP Klaten Bergeming

Para pedagang protes kenaikan retribusi pasar yang mulai berlaku sejak awal 2022.

Pantau Vaksinasi Anak di Boyolali, Puan Bagikan Buku & Kaus Mbak Puan

Puan mendampingi siswa yang divaksin, serta sempat mampir ke kelas untuk berdialog dengan siswa.

Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.

Dikenal Teknik Putaran Miring, Melikan Bangun Wisata Edukasi Gerabah

Desa Melikan mengembangkan potensi gerabah dengan membikin wisata edukasi.

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.