SOLOPOS.COM - Pasangan Ganda Putera Indonesia Markis Kido (kanan) dan Gideon Markus Fernaldi (kiri) menghadapi Pasangan Hendra Setiawan - Mohammad Ahsan pada perempat final Turnamen Bulutangkis BCA Indonesia Open MetLife BWF World Super Series Premier 2014, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (20/6). Pasangan Kido-Gideon akhirnya kandas usai dikalahkan pasangan Hendra-Ahsan menang dengan skor 21-13, 21-23, 21-13. (JIBI/Antara)

Harianjogja.com, JAKARTA—Tiongkok dan Korea Selatan menguasai babak semifinal BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014 yang sesuai jadwal digelar di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (21/6/2014) setelah masing-masing negara mengirimkan dua wakil terbaiknya.

Pasangan Tiongkok yang pertama melangkah ke semifinal adalah Ma Jin/Tang Yuanting setelah sebelumnya mengalahkan pasangan asal Singapura, Shinta Mulia Sari/Yao Lei ditempat yang sama, Jumat (20/6/2014), melalui rubber games, 21-18, 17-21, 22-20.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Selanjutnya disusul unggulan delapan kejuaraan dengan total hadiah US$750.000 yaitu Tian Qing/Zhao Nan setelah mengalahkan rekan senegaranya, Luo Ying/Luo Yu dengan dua game langsung 21-11, 21-15.

Sedangkan pemain Korea yang lolos ke semifinal adalah Jang Ye Na/So Young Kim setelah mengalahkan pasangan asal Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Unggulan keenam itu harus berjuang keras 14-21, 22-20, 22-20 karena lawan yang dihadapi adalah unggulan kedua.

Satu pasangan pemain Negeri Gingseng yang lolos ke semifinal adalah Jung Kyung Eun/Kim Ha Na yang sukses mengandaskan rekan senegaranya yaitu Lee So Hee/Shin Seung Chan dengan skor 22-20, 21-10.

Meski meloloskan masing-masing dua wakil, pemain dari dua negara itu tidak bertemu pada babak semifinal. Dengan demikian, keduanya memiliki peluang yang sama untuk lolos ke final Indonesia Open 2014.

Ma Jin/Tang Yuanting pada babak semifinal akan berhadapan dengan Jang Ye Na/So Young Kim, sedangkan Tian Qing/Zhao Nan akan berhadapan dengan Jung Kyung Eun/Kim Ha Na.

“Kami akan berusaha memberikan hasil yang terbaik. Apalagi persiapan untuk turun dikejuaraan ini cukup bagus. Selain program yang dibuat pelatih, kami menambah porsi latihan sendiri,” kata salah satu pemain Korea, Kim Ha Na di Istora Senayan, Jakarta.

Menurut dia, pada babak semifinal bisa dipastikan pertandingan jauh lebih ketat. Hal itu dilakukan karena semua pemain ingin lolos ke partai final dan memenangkan sebuah pertandingan.

Jika Tiongkok dan Korea mengirimkan dua wakilnya, kondisi berbeda dialami ganda putri tuan rumah. Beberapa pemain andalan Indonesia seperti Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Pia Zebadiah/Rizky Amelia harus tersungkur dibabak kedua kejuaraan yang juga didukung oleh Djarum Foundation itu. (JIBI/SOLOPOS/Ant)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya