Siti Fadia Ramadhanti/Ribka Sugiarto (badmintonindonesia.org)

Solopos.com, MALANG - Indonesia mampu meraih satu emas dan dua perak di ajang turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2019 yang digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (6/10/2019). Medali emas disumbangkan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Subagyo yang turun di nomor ganda putri.

Fadia/Ribka meraih gelar juara setelah membekuk rekan senegara mereka Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta pada babak final, Minggu. Pada partai all Indonesian Final tersebut, Siti/Ribka bermain lepas menghadapi senior mereka sehingga mereka mampu menang dua game langsung 23-21 dan 21-15.

"Kami tidak menyangka bisa menang, kami bermain lepas saja. Saya sudah bilang ke Fadia sejak awal, tidak usah berpikir menang atau kalah, bermain saja," ujar Ribka setelah melakoni pertandingan dikutip dari Antara, Minggu.

"Saya juga tidak menyangka. Tapi saya yakin dari awal sebelum berangkat, karena latihan juga sudah ditambah. Sudah maksimal, ke sini sudah percaya diri dan siap tanding," timpal Fadia.

Sementara itu, pasangan ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso terpaksa harus puas finis di posisi kedua. Mereka kandas di tangan wakil China, Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian dengan skor 18-21, 21-16, 26-28.

"Game pertama kami nggak sabar dan terlalu terburu-buru. Game kedua kami coba lebih sabar, dan akhirnya bisa lebih baik permainannya. Game ketiga di saat poin-poin akhir mungkin kurang beruntung saja, dan karena ingin cepat menang, jadinya malah kurang sabar. Terus saya sendiri di poin akhir banyak mati sendiri, " ujar Adnan.

"Peluang sebenarnya banyak banget untuk menang. Tapi karena terburu-buru saja," imbuhnya seperti dikutip dari badmintonindonesia.org, Minggu.

Duel antara kedua pasangan pebulu tangkis tersebut adalah untuk kali kedua. Sebelumnya mereka dipertemukan di final Vietnam Open 2019 BWF Tour Super 100. Kala itu, Adnan/Mychelle juga menderita kekalahan dengan skor 10-21 dan 14-21.

"Waktu di Vietnam kalah non teknis, enggak fokus dan terlalu bergantung satu sama lain. Tapi tadi kami bisa lebih menyaingi lawan karena belajar dari sebelumnya, enggak boleh melakukan kesalahan yang sama," ungkap Mychelle.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten