Indonesia Disebut Masih Mengimpor Beras Khusus, Apa Itu?

Meskipun Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama 3 tahun, namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia masih mengimpor beras khusus hingga 2022.

 Pekerja memeriksa stok beras di gudang Bulog Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021). Meskipun disebut sudah tidak mengimpor beras selama 3 tahun, namun berdasarkan Indonesia masih mengimpor beras khusus hingga 2022. (Antara/Dedhez Anggara).

SOLOPOS.COM - Pekerja memeriksa stok beras di gudang Bulog Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021). Meskipun disebut sudah tidak mengimpor beras selama 3 tahun, namun berdasarkan Indonesia masih mengimpor beras khusus hingga 2022. (Antara/Dedhez Anggara).

Solopos.com, SOLO — Meskipun Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama 3 tahun, namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia masih mengimpor beras khusus hingga 2022.

Lantas apa yang dimaksud dengan beras khusus tersebut?

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Mengutip dari Bisnis.com, Senin (15/8/2022), hal tersebut dibenarkan bahwa Kementerian Perdagangan tidak mengeluarkan izin impor beras untuk kebutuhan umum atau konsumsi sejak 2019.

Impor beras umum, kali terakhir dikeluarkan pada 2018 lewat penugasan kepada Perum Bulog. Saat itu, tercatat Indonesia mengimpor 1,8 juta ton beras sepanjang 2018.

Mengutip dari berbagai sumber, beras khusus merupakan jenis beras yang tidak ditanam di Indonesia. Beras khusus ini ini umumnya diperuntukan bagi hotel, restoran, hingga pelaku bisnis katering.

Baca Juga: Swasembada Beras, Perpadi: Indonesia Layak Peroleh Penghargaan IRRI

Sebagai informasi, beras khusus memiliki kualitas setara premium namun biasanya akan dijual dengan harga beras medium.

Kemudian, beras khusus juga akan digunakan untuk cadangan apabila terjadi kelangkaan pasokan beras medium yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga beras di tingkat pengecer dan konsumen.

Didalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/Permentan/PP.130/8/2017 menjelaskan bahwa beras khusus terdiri atas:

– Beras ketan, beras merah, dan beras hitam

– Beras khusus dengan persyaratan (beras untuk kesehatan, beras organik, beras indikasi
geografis, dan beras tertentu yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri).

Baca Juga: 3 Prinsip Dasar Sri Prakash Lohia Jadi Orang Terkaya ke-4 di Indonesia

Mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Minggu (15/8/2022), diketahui Indonesia masih mengimpor beras khusus dari sejumlah negara. Seperti India, Thailand, Vietnam, Pakistan,Myanmar, Jepang, China, dan negara lainnya.

Tercatat menurut data BPS pada tahun 2021, jumlahnya mencapai 407.741,4 ton, angka tersebut naik dari tahun 2020 yang hanya 356.286,2 ton.

Adapun perincian impor beras khusus pada 2021 adalah 215.386,5 ton dari India, 69.360 ton dari Thailand, 65.692,9 ton dari Vietnam, 52.479 ton dari Pakistan, 3.790 dari Myanmar, 230,3 ton dari Jepang, 42,6 ton dari China, dan dari negara lainnya sejumlah 760,1 ton.

Sementara itu, pada tahun 2019 jumlah impor beras Indonesia adalah 444.508,8 ton. Pakistan tercatat menjadi pengimpor beras terbesar saat itu dengan jumlah 182.564 ton. Di tahun itu Indonesia juga mengimpor 166.700,6 ton beras dari Myanmar, dan 53.278 ton beras dari Thailand.

Itulah ulasan informasi mengenai apa itu beras khusus yang diimpor Indonesia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Antam dan UBS Naik! Cek Harga Emas Pegadaian, Kamis 6 Oktober 2022

      Harga emas yang dijual di Pegadaian, Kamis (6/10/2022) hari ini kompak naik untuk cetakan Antam dan cetakan UBS.

      IHSG Diprediksi Rawan Terkoreksi, Saham Perbankan Tetap Dicari

      Tim riset MNC Sekuritas menyatakan IHSG bergerak cenderung flat dan ditutup pada level 7.075. Adapun pergerakan IHSG masih berada di atas MA60.

      Inovasi Baru dari Sragen, Pasta Kapur Pengganti Malam Batik

      Inventor asal Kabupaten Sragen, Dwys Apga Kartiyanto membawa inovasi baru dunia seni dan fashion dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2022.

      Bisa Terhindar dari Macet, Cek Jadwal KRL Commuterline Solo-Jogja Hari Ini

      Informasi jadwal keberangkatan Commuterline atau yang lebih dikenal KRL Solo-Jogja perlu diketahu bagi para pelaju dan warga yang ingin jalan-jalan. 

      Mengintip Kebijakan Pemerintah Norwegia yang Sukses Kembangkan Mobil Listrik

      Keseriusan Norwegia untuk mengembangkan mobil listrik sudah dimulai sejak 1990-an lewat berbagai kebijakan. Kini, Norwegia bersiap menjadi negara pertama yang hanya akan menjual mobil listrik pada 2025.

      Pisalin Luncurkan Seri Produk Baru, Sepet Madu

      Pisalin by Tokosolopos kembali meluncurkan seri produk terbarunya. Diberi nama seri Sepet Madu, kali ini Pisalin menampilkan busana kebaya batik dengan berbagai model.

      Menikahi Catherine Wilson dengan Mas Kawin Mahal, Segini Kekayaan Idham Mase

      Idham Mase resmi menikah dengan artis Catherine Wilson dengan mas kawin mahal. Lantas berapa total kekayaan Idham Masse yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan itu?

      Kabar Gembira untuk Pencinta Toyota, Nasmoco Bagi-Bagi SUV di Akhir Tahun

      Dealer resmi Toyota di Jawa Tengah dan DIY tersebut akan bagi-bagi mobil SUV untuk bisa dibawa pulang secara cuma-cuma oleh konsumen yang beruntung.

      Infrastruktur Butuh Rp6.445 Triliun hingga 2024, APBN Hanya Penuhi 37%

      Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menyebutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sepanjang 2020 sampai 2024 membutuhkan dana sebesar Rp6.445 triliun.

      Winter Tech, Si Biang Kerok Startup Lakukan PHK Besar-Besaran

      Winter tech atau masa stagnasi dalam kemajuan teknologi dianggap sebagai biang kerok banyaknya perusahaan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

      Pemkot Solo Bersama STP akan Fasilitasi Inventor Pemenang Krenova 2022

      Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menghilirisasi produk-produk inovatif hasil Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2022.

      Strategi BRI Capai Net Zero Emission, Pakai Mobil Listrik sampai Green Building

      Penggunaan sumber daya ramah lingkungan dan energi baru terbarukan (EBT) oleh BRI secara gradual akan terus ditingkatkan.

      BPOM Ungkap 26 Juta Pcs Obat Tradisional Ilegal, Sebagian Besar Dijual Online

      BPOM menemukan sebanyak 26 juta pcs obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dengan nilai lebih dari Rp540 miliar.

      Tiap Bulan, 817.000 Meter Kubik Air PDAM Solo Hilang

      Air hilang atau non-revenue water (NRW) adalah air yang tidak berekening atau tak bisa diuangkan.

      Antam dan UBS Kompak Naik! Cek Harga Emas Pegadaian, Rabu 5 Oktober 2022

      Harga emas yang dijual di Pegadaian, Rabu (5/10/2022) hari ini kompak naik untuk cetakan Antam dan cetakan UBS.