Jakarta [SPFM], Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  saat ini tidak sehat. Hal ini karena anggaran justru karena habis untuk belanja negara dan subsidi, sementara alokasi pembangunan infrastruktur sangat minim.

Jusuf Kalla yang akrab disapa JK Rabu (16/11) mengatakan, APBN berat di dua hal yakni biaya belanja pemerintahan dan subsidi energi yang terlalu tinggi. Subsidi energi yang mencapai hampir Rp 200 triliun dengan asumsi harga minyak 100 dollar Amerika per barel dinilai terlalu besar. Menurut JK, hal ini pula yang menyebabkan minimnya infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itu, JK berpendapat, Indonesia memerlukan pemimpin yang berani mengambil keputusan secara cepat dan tidak popular. Seperti menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mengurangi anggaran dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain pengamat ekonomi UGM, Anggito Abimanyu, menjelaskan, meskipun pemerintah mempunyai rencana untuk mengurangi anggaran BBM, namun hal itu tidak  dilaksanakan karena dibayangi biaya politik lebih besar dibandingkan risiko fiskal.  [vivanews/dev]


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten