Tutup Iklan
India Blokir Puluhan Aplikasi Buatan China Termasuk Tiktok
ilustrasi tiktok (freepik)

Solopos.com, NEW DELHI - India melarang sekitar 58 aplikasi digital yang sebagian besar buatan China. Salah satu yang cukup mengagetkan adalah Tiktok milik Bytedance terutama lantaran aplikasi itu sangat populer di India.

Satu Keluarga di Bantul Positif Covid-19! Total 8 Orang, Ada Bayi 15 Bulan

Bytedance langsung mengonfirmasi hal ini. Bytedance mengatakan pusat data mereka berada di luar China dan tidak tunduk pada UU data China.

Pemerintah India mengatakan pihaknya memblokir aplikasi tersebut, bersama dengan 58 lainnya, termasuk UC Browser milik Alibaba, WeChat, termasuk gim Clash of Kings.

Sebanyak 59 aplikasi yang diblokir ini dinilai "merusak kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban masyarakat", kata Kementerian Informasi dan Teknologi India, dilansir dari The Independent, Selasa (30/6/2020).

Pasien Covid-19 Melonjak, India Sulap Gerbong Kereta Jadi Rumah Sakit

Disebutkan juga beberapa aplikasi ditemukan "mencuri dan secara diam-diam mentransmisikan data pengguna dengan cara ilegal ke server yang berlokasi di luar India." Kendati tidak secara eksplisit merujuk pada aplikasi tertentu atau praktik data tertentu yang menyebabkan larangan.

Pencurian data digambarkan sebagai masalah yang sangat mendalam dan mendesak yang memerlukan tindakan darurat. Demikian dalam sebuah pernyataan resmi yang mengatakan larangan seperti itu dimungkinkan berdasarkan Undang-Undang Teknologi Informasi India.

Kementerian tersebut mengklaim, anggota masyarakat juga menyuarakan keprihatinan tentang cara aplikasi tertentu memanfaatkan data yang mereka kumpulkan.

Karyawan di 5 Pabrik di Wonogiri Jadi Sasaran Rapid Test, Ini Hasilnya

Larangan itu muncul setelah konflik perbatasan yang mematikan antara kedua negara bersenjata nuklir ini. Bentrokan pecah awal bulan ini di mana 20 tentara India tewas.

Pengumuman pemerintah tidak merujuk pada ketegangan itu atau fakta bahwa sebagian besar aplikasi telah dikembangkan di China.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho