SEJARAH SEMARANG : Menelusuri Jejak Raja Gula Asia di Bukit Simongan

 Bangunan yang terletak Kampung Bojongsalaman RT 003/RW 008, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, diyakini merupakan peninggalan Raja Gula Asia, Oei Thiong Ham. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

SOLOPOS.COM - Bangunan yang terletak Kampung Bojongsalaman RT 003/RW 008, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, diyakini merupakan peninggalan Raja Gula Asia, Oei Thiong Ham. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Sejarah Semarang kali ini mengulas tentang bangunan kuno di Bukit Simongan yang kono bekas kediaman Oei Tiong Ham.

Semarangpos.com, SEMARANG – Bangunan tua di kawasan perbukitan Simongan, tepatnya di  Kampung Bojongsalaman RT 003/RW 008, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang itu tampak  kotor. Cat di dinding bangunan yang sudah berdiri sekitar 100 an tahun itu juga terlihat kusam.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Meski demikian bangunan dua lantai itu masih terlihat kokoh. Bahkan, bangunan itu digunakan sekitar 11 warga menjadi tempat hunian.

Seorang warga yang menghuni bangunan itu, Suwarni, 87, mengatakan rumah bergaya arsitektur tempo dulu itu merupakan peninggalan keluarga Oei Tiong Ham, seorang pengusaha kaya keturunan Tionghoa.

Oei Tiong Ham yang terkenal dengan julukan Raja Gula Asia pada era 1900-an bahkan diyakini menghabiskan masa kecilnya di rumah itu, sebelum pindah ke istana marmer yang kini menjadi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah (Jateng) di Jl. Kiai Saleh No. 12-14, Mugasari, Semarang.

“Saya sudah tinggal di sini sejak 1960 silam. Saat kali pertama tinggal di sini, lingkungannya belum seramai ini karena sekeliling masih kayak hutan. Sekarang, sudah jadi permukiman,” tutur Warni saat dijumpai Semarangpos.com di rumah itu, Rabu (29/3/2018).

Bangunan peninggalan Raja Gula Asia, Oei Thiong Ham, tampak tak terawat dan kini menjadi hunian warga sekitar. ((JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Bangunan peninggalan Raja Gula Asia, Oei Thiong Ham, tampak tak terawat dan kini menjadi hunian warga sekitar. ((JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Warni mengatakan dulu bangunan yang kono peninggalan Oei Thiong Ham itu digunakan sebagai asrama tentara. Bahkan, lantai kedua bangunan itu yang kini tak dihuni sempat dijadikan barak bagi anggota tentara yang masih berstatus bujangan.

Warni menempati rumah itu juga karena mengikuti mendiang suaminya yang kala itu bertugas sebagai anggota TNI. Selepas suaminya meninggal, Warni bersama anak, menantu, dan cucunya masih menghuni bangunan tersebut.

Warni menambahkan bangunan itu memang luput dari perhatian pemerintah karena status kepemilikan masih dipegang PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Pada tahun 1960-an, Presiden RI saat itu, Soekarno, menasionalisasi perusahaan dan aset milik Oei Thiong Ham dengan membentuk RNI.

Praktis seluruh kekayaan Oei Thiong Ham yang masih tersisa di Indonesia, khususnya di Semarang menjadi hak milik PT RNI.

Sementara itu, meski bangunan itu tak pernah mendapat perhatian pemerintah, beberapa kerabat Oei Tiong Ham sempat beberapa kali menyambangi rumah itu.

“Dulu beberapa tahun lalu, cicitnya [Oei Tiong Ham], perempuan masih muda pernah kemari untuk melihat-lihat ke dalam bangunan ini. Dia juga sempat naik ke lantai kedua. Kalau saya enggak berani, serem!,” ujar penghuni lain, Yanti.

Bangunan yang terletak Kampung Bojongsalaman RT 003/RW 008, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, diyakini merupakan peninggalan Raja Gula Asia, Oei Thiong Ham. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Bangunan yang terletak Kampung Bojongsalaman RT 003/RW 008, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, diyakini merupakan peninggalan Raja Gula Asia, Oei Thiong Ham. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Lantaran tak pernah disentuh pemerintah, sebagian rumah peninggalan Tiong Ham kini dalam kondisi keropos. Beberapa penghuni, bahkan mendirikan kandang ayam di sekitar pelataran rumah yang berlantai marmer merah.

“Walau keliahatannya rapuh tapi kayunya kokoh. Lantainya juga masih asli. Sempat mau dicongkelin tapi saya larang. Kusen jendelanya juga pernah ditawar orang Rp70 juta. Bahkan kayu atap sempat ditawar Rp2 miliar,” ujar Yanti.

Pengamat sejarah Kota Semarang, Jongki Tio, membenarkan jika bangunan tua di Bukit Simongan itu merupakan peninggalan keluarga Oei Tiong Ham. Bahkan, rumah itu diyakini merupakan milik ayah Oei Tiong Ham, yakni Oei Tjie Sien.

“Dulu ayahnya Oei Tiong Ham [Oei Tjie Sien] ke Semarang itu tidak punya apa-apa. Setelah sukses, ia membeli tanah di sekitar Bukit Simongan. Maksudnya, supaya bisa melihat bangunan Sam Poo Kong dari rumahnya,” ujar pria yang lebih berkenan dijuluki penutur itu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Human Zoo, Saat Manusia Jadi Objek Tontonan Layaknya Binatang

+ PLUS Human Zoo, Saat Manusia Jadi Objek Tontonan Layaknya Binatang

Masyarakat modern menjadikan kebun binatang sebagai media tontonan atau wahana hiburan. Namun, manusia juga pernah diberlakukan sebagai objek tontonan pengunjung layaknya hewan di kebun binatang.

Berita Terkini

Mantan Kepala Desa Jadi Buronan karena Tilap Duit Mobil Operasional

Buronan itu bernama Sutisna, mantan Kepala Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten.

Kecelakaan Adu Banteng Truk di Kulonprogo, Dua Pengemudi Luka-Luka

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk terjadi di Jl. Deandles, Temon, Kabupaten Kulonprogo.

Begini Cara Download Story Instagram Yang Kamu Suka

Story Instagram sering memuat foto, informasi dan video. Jika kamu ingin menyimpannya, bisa dengan cara download story Instagram.

Imami Salat Jenazah Tjahjo Kumolo, Wapres: Kita Kehilangan Orang Baik

Wapres Ma’ruf Amin menjadi imam salat jenazah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo disalatkan di Masjid Quba, Gedung Kemenpan RB

Begini Penampakan Rumah Masa Kecil Tjahjo Kumolo di Semarang

Begini suasana rumah masa kecil Tjahjo Kumolo di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), beberapa saat setelah kabar duka politikus PDIP itu tersiar.

Harga Jual Porang di Wonogiri Anjlok, Ini Alasannya

Harga jual porang di Kabupaten Wonogiri anjlok hingga Rp2.300/kg dari harga normal senilai Rp6.000-Rp7.000/kg.

Berbarengan Konser Musik, Venue Tenis Meja ASEAN Para Games Pindah

Pada 29 Juli 2022 De Tjolomadoe dipakai untuk konser musik dan tiketnya sudah dijual.

Radius Jalur Zonasi PPDB SMA di Sukoharjo Kian Pendek, Ini Sebabnya

PPDB jalur zonasi menerapkan penghitungan koordinator rumah calon siswa baru dengan sekolah.

Di Mata Jokowi, Tjahjo Kumolo Sosok Nasionalis Sejati

Jokowi mengatakan mendiang Tjahjo Kumolo semasa hidupnya merupakan nasionalis sejati yang penuh integritas dan setia pada bangsa dan negara.

Kebakaran Pangkalan Gas LPG Bantul, Pemilik Terluka & Rugi Rp200 Juta

Pangkalan gas elpiji di Dusun Banjardowo RT 087, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, terbakar dan membuat pemilik pangkalan mengalami luka bakar.

Pemkab Sragen Diminta Siap Hadapi Lonjakan Permohonan SKKH

Warga meminta Pemkab Sragen siap menghadapi lonjakan permintaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) menjelang hari raya kurban.

Dari Abu Dhabi Jokowi Sampaikan Belasungkawa Tjahjo Kumolo Wafat

Presiden Jokowi berbelasungkawa atas meninggalnya Menpan-RB Tjahjo Kumolo saat kunjungan kenegaraan di Abu Dhabi, UEA.

Kabar Duka, Pendiri Yarsis Muhammad Djufrie Meninggal Dunia

Almarhum Muhammad Djufrie diketahui jatuh di rumah pada Jumat pagi.

Waduh, Kemaluan Pemuda di Bantul Bengkak karena Dipasangi Cincin

Kemaluan seorang pemuda di Bantul mengalami pembengkakan setelah dipasangi cincin.

Ironi SD Inklusi di Karanganyar Tak Punya Guru Inklusi, Ini Saran Pakar

Guru-guru di SD inklusi di Karanganyar diminta menerapkan konsep kurikulum akomodatif dalam pembelajaran di kelas yang terdapat anak berkebutuhan khusus (ABK).