Tutup Iklan

Indekos di Mojolegi Boyolali Disegel Bea Cukai, Kenapa?

Sebuah indekos di Mojolegi, Teras, Boyolali, disegel Bea Cukai Surakarta lantaran disebut sebagai lokasi penangkapan jaringan pembuatan MMEA.

 Pita segel Bea Cukai terpasang di bangunan menyerupai indekos di wilayah Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Rabu (15/9/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Pita segel Bea Cukai terpasang di bangunan menyerupai indekos di wilayah Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Rabu (15/9/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Pascapenggerebekan oleh Bea Cukai Surakarta, lokasi yang disebut sebagai lokasi penangkapan salah satu jaringan pembuatan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang dilekati pita cukai palsu di Dukuh Puluhkadang, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, terlihat sepi, Rabu (15/9/2021).

Bangunan menyerupai indekos tersebut masih ditutup dengan pita segel Bea Cukai. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu siang, lokasi tersebut terlihat sepi. Pintu-pintu kamar, yang berjumlah empat kamar tersebut semuanya tertutup.

Baca Juga: Canggih! Siswi MI di Nogosari Boyolali Buat Robot ATM Masker dan Cek Suhu Tubuh

Selain dikunci, pada pintu kamar-kamar tersebut juga tertempel pita pengaman Bea Cukai. Di lokasi tersebut juga ditemukan sejumlah botol baik botol kaca bekas maupun botol plastik yang masih terlihat baru.

Meski tidak dilibatkan dalam proses penangkapan pelaku, pada Rabu pagi petugas Polsek Teras juga meninjau lokasi tersebut. “Kami hanya memastikan saja. Ternyata benar tadi kami lihat ada segel dari Bea Cukai. Untuk prosesnya tentu ini ranah dari Bea Cukai. Namun kami juga akan memantau lebih lanjut lokasi tersebut,” kata Kapolres Boyolali melalui Kapolsek Teras, AKP Agus Marjoko, Rabu.

Seorang wanita yang mengaku ibu dari MA, pelaku yang diamankan petugas Bea Cukai, PH, mengatakan penangkapan tersebut terjadi pada Kamis (9/9/2021) sore. “Ada sekitar sembilan orang menggunakan delapan mobil yang datang,” kata dia. Mengenai apa saja barang yang dibawa petugas, dirinya mengaku tidak mengetahuinya. Sebab saat penggerebekan terjadi, dirinya ada di dalam rumah.

Baca Juga: Inspiratif! Lintas Komunitas di Boyolali Bedah Rumah Janda Penjual Cilok

Dalam siaran pers, disebutkan pada hari Kamis (9/9/2021) pukul 14.30 WIB, Bea Cukai Surakarta bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY, menangkap salah satu jaringan pembuatan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang dilekati pita cukai palsu.

Penindakan terjadi di Dukuh Puluhkadang, Mojolegi, Teras, Boyolali. Barang bukti yang diamankan adalah 1.886 botol yang telah dikemas dan siap dijual secara eceran. Pelaku yang diamankan adalah warga berinisial MA, sebagai pemilik barang tersebut.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.

Satukan Perbedaan, Ketum PKR Tuntas Subagyo Gelar Doa Lintas Agama

Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama di Indonesia yang plural.

Atap 2 Ruangan SDN 1 Toyogo Sragen Disangga Bambu, KBM Siswa Dipindah

Kepala SDN 2 Toyogo, Sambungmacan, Sragen, khawatir jumlah siswa sekolahnya akan berkurang karena kondisi gedung yang rusak.

Diduga Kena Jebakan Tikus, Nenek Pikun Asal Sragen Ditemukan Meninggal

Nenek diduga pikun, Tugiyem, 72, warga Sidoharjo, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal di area persawahan, Sabtu (4/12/2021) diduga karena tersetrum jebakan tikus beraliran listrik.

Forum Kades Sragen Gandeng Praktisi Kaji Perbup Pengelolaan Aset Desa

Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen berupaya mengambil langkah hukum untuk bisa mendorong Bupati mengkaji ulang Perbup No, 76/2017 yang dinilai merugikan mereka.

Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

Berikut ini terdapat informasi harga tanah di Kota Solo, Jawa Tengah, yang ada mencapai Rp65 juta per meter persegi.

Harga Tanah di Solo Baru Capai Rp25 Juta/M2, Minat Beli Lur?

Harga tanah di kawasan modern Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, ada yang mencapai Rp25 juta per meter hlo, minat beli enggak lur?

Ada Peristiwa Mistis 1970 di Balik Asal Usul Makamhaji Sukoharjo

Di balik asal usul Desa Makamhaji di Sukoharjo, Jawa Tengah, ada peristiwa mistis yang terjadi pada tahun 1970-an. Apa itu?

Dibanding Colomadu, Harga Tanah di Solo Baru Lebih Ngeri Lur!

Ternyata segini hlo harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Enggak ada apa-apanya dengan Colomadu, Karanganyar!

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.