Taman Bersinar di Juwiring, Klaten. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, punya objek wisata baru berupa taman. Taman yang berlokasi di Dukuh Bagor ini dinilai sangat cocok bagi kawula muda dan warganet.

Objek wisata Klaten di Juwiring yang diberi nama Taman Bersinar tersebut cukup instagramable dan punya banyak spot selfie kekinian. Taman Bersinar digagas kawula muda dan ibu-ibu di Dukuh Bagor sejak tahun 2016-2017.

Taman Bersinar dibagun di lahan pertanian Juwiring yang kebetulan banyak ditanami refugia. Awalnya, refugia diproyeksikan mencegah hama di areal pertanian. Lama-kelamaan, refugia itu berbunga. Hal itu menjadikan Dukuh Bagor dan Desa Juwiring semakin indah.

Melihat hal itu, kawula muda dan ibu-ibu di Dukuh Bagor terus mengembangkan refugia dengan membangun Taman Bersinar. Akhir-akhir ini, Taman Bersinar sering dikunjungi kawula muda di Juwiring dan sekitarnya. Tujuannya satu, yakni ingin berswafoto dengan latar belakang puluhan jenis bunga.

“Di Taman Bersinar itu ada 50-an jenis bunga. Di antaranya bunga matahari dan jenis lainnya. Jumlah tanaman mencapai ratusan. Di taman itu dilengkapi papan nama dari besi dan kursi taman. Dinamakan Taman Bersinar agar ke depan taman itu dapat terus bersinar,” kata Kepala Desa (Kades) Juwiring, Sugiarto, kepada Solopos.com, Sabtu (7/12/2019).

Sugiarto mengatakan para pengunjung yang datang ke Taman Bersinar masih dibebaskan dari retribusi alias tiket masuk. Ke depan, pengelolaan Taman Bersinar dapat dikembangkan dengan menjalin kerja sama Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Juwiring, Klaten.

“Pemandangan di sana memang sangat asri. Untuk itu perlu dikembangkan lebih lanjut. Ke depan, kami akan bentuk BUM Desa juga,” katanya.

Sugiarto menambahkan, setiap dusun di Desa Juwiring punya taman. Namun, yang paling indah berada di Dukuh Bagor.

“Kami berharap, taman ini terus berkembang. Sehingga suasana di Bagor dan Juwiring lebih ramai, ekonomi warga dan desa meningkat karena dapat dioptimalkan warga sebagai lokasi berjualan [mencari rezeki], dan para petani dapat nyaman karena refugia itu dapat mengusir hama juga [luas lahan di Juwiring berkisar 200 hektare],” tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten